Pesona Misteri Candi Cetho

Oleh: Jaya Suprana

Kajian  MINGGU, 01 DESEMBER 2019 | 13:28 WIB | Sunarya Sultan

Pesona Misteri Candi Cetho

Foto/net

Moeslimchoice | Sahabat merangkap jurnalis senior serta mahaguru saya tentang mendaki gunung, Dar Edi Yoga mengingatkan saya bahwa di lereng barat Gunung Lawu pada ketinggian nyaris 1500 meter di atas permukaan laut terdapat sebuah kawasan candi  yang disebut sebagai Candi Cetho.

Cetho
Nama Candi Cetho berasal dari nama dusun di dekat lokasi kawasan yaitu Desa Cetho yang dalam bahasa Jawa bermakna “tampak jelas”. Dari desa Cetho tampak jelas Gunung Merbabu dan Gunung Merapi di samping puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Juga tampak jelas kota Surakarta dan Karanganyar. Candi Cetho beda dari candi-canci lainnya di pulau Jawa sebab memiliki eksterior tigabelas punden berundak.

Candi Cetho diangkat ke permukaan arkeologi Barat oleh sejarahwan Belanda, Van de Vlies pada tahun 1842 yang kemudian disusul penelitian oleh  A.J. Bennet Kempers, K.C. Crucq, W.F. Sutterheim, N.J. Krom dan Riboet Darmosoetopo. Pada tahun 1928 Candi Cetho mulai digali dan dipugar kembali oleh   Commissie vor Oudheiddienst Hindia Belanda.

Berdasarkan kondisi reruntuhannya, candi ini diperkirakan berusia tidak jauh berbeda dari Candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya. Kawasan candi Cetho digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi para penganut kepercayaan  Jawa.

Alien
Eksterior Candi Cetho sama halnya dengan Candi Sukuh mirip piramida Maya di Meksiko dan Inka di Peru. Beberapa patung mirip orang Sumeria atau Romawi dengan kuping besar dan kepala besar. Mata arca itu juga dianggap mirip posisi mata pada seni pahat Sumeria. Gelang pada tangan kanan dan kiri merupakan ciri khas tradisi masyarakat Sumeria sekitar abad IV Sebelum Masehi.

Bahkan ada yang menafsirkannya sebagai alien alias mahluk luar bumi. Segenap pesona misteri tersebut menjadikan Candi Cheto menarik sebagai destinasi wisata kebudayaan di samping memicu polemik para ahli sejarah tentang masa pembangunan Candi Cetho.

Melihat arsitekturnya, bisa ditafsirkan bahwa Candi Cetho telah dibuat jauh sebelum masa Kerajaan Majapahit namun kemudian tertutup material letusan Gunung Lawu pada masa lalu. Bahan batu andesit candi Cetho juga berbeda dengan candi Hindu di masa kerajaan Majapahit yang lazim menggunakan batu bata merah.

Penulis pembelajar kebudayaan dan peradaban Nusantara.


Komentar Pembaca
Siap Panas

Siap Panas

29 Mei, 2020 | 05:30

PSBB TTH

PSBB TTH

28 Mei, 2020 | 07:53

Sidang DPR

Sidang DPR

27 Mei, 2020 | 04:04

Idul Fithri, Covid-19 dan Kebangkitan Kaum Sufi Baru
Kosong-Kosong: Makna Hakiki Bersilaturahmi
Vaksin Lebaran

Vaksin Lebaran

24 Mei, 2020 | 06:30

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55

Dinas ESDM Ganti Dengan Dinas Koral Dan Pasir