Wapres: Produktivitas Pekerja Indonesia Kalah Jauh dari Malaysia

Nasional  JUMAT, 29 NOVEMBER 2019 | 11:10 WIB

Wapres: Produktivitas Pekerja Indonesia Kalah Jauh dari Malaysia

Wapres Ma'ruf Amin

MoeslimChoice | Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, mengatakan, produktivitas tenaga kerja Indonesia berada jauh di bawah Singapura dan Malaysia.

Berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO), produktivitas Indonesia, khususnya produktivitas tenaga kerja, hanya berada di peringkat ke-4 dari 8 negara ASEAN yang tergabung dalam APO.

"Produktivitas tenaga kerja kita bukan yang terbaik di ASEAN," ujar Kiai Ma'ruf, saat memberi sambutan dalam Penganugerahan Penghargaan Produktivitas PARAMAKARYA Tahun 2019, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Kiai Ma'ruf menerangkan, produktivitas per pekerja Indonesia hanya berkisar 24.900 dollar AS. Singapura di peringkat pertama dengan produktivitas per pekerja sebesar 131.900 dollar AS.

"Kita juga masih terpaut jauh dengan Malaysia dengan produktivitas per pekerja sebesar 56.400 US Dollar dan Thailand sebesar 28.300 dollar AS," ujar Kiai Ma'ruf.

Ia mendorong masyarakat dan dunia usaha di Indonesia terus meningkatkan produktivitas usaha demi kepentingan nasional.

Menurut Kiai Ma'ruf, ini karena produktivitas adalah pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang.

Karena itu, Ma'ruf mengatakan, dengan persaingan dagang yang semakin kompetitif, Indonesia tidak punya pilihan untuk meningkatkan produktivitas nasionalnya.

Ma'ruf berharap peningkatan produktivitas dilakukan melalui peningkatan kualitas pengetahuan dan keterampilan SDM, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, inovasi serta iklim usaha yang lebih baik.

Selain itu, Kiai Ma'ruf menilai upaya meningkatkan produktivitas juga harus melalui peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat terbawah melalui pemberdayaan usaha mikro dan kecil.

Hal ini menjadi penting karena jumlah unit usaha mikro dan kecil merupakan 98,7 persen dari seluruh unit usaha dan menyerap sekitar 75,3 persen dari jumlah pekerja secara keseluruhan

"Meskipun demikian, produktivitas unit usaha mikro dan kecil ini sangat rendah dan tidak mampu menghasilkan nilai tambah yang tinggi sehingga tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah secara cepat," ujar Ketua Majelis Ulama indonesia (MUI) tersebut.

Menurutnya, upaya meningkatan produktivitas usaha mikro dan kecil harus dimulai dari peningkatan kapasitas usaha mikro itu sendiri.

Sebab, para pekerja selama ini hanya memiliki keterampilan yang rendah, tingkat pendidikan yang rendah, menggunakan teknologi yang sederhana, serta akses permodalan yang terbatas.

"Kita tidak ingin usaha yang kecil ini jadi usaha stunting, kerdil terus, tidak besar besar, jadi bukan orangnya saja, tapi juga stunting dunia usaha kita," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wapres Ma'ruf menyerahkan penghargaan kepada penerima penghargaan PARAMAKARYA dari unsur Pemerintah Daerah.

Sementara penghargaan kepada para usaha kecil menengah dan besar diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan disaksikan oleh Wapres Ma'ruf. [yhr]


Komentar Pembaca