Menteri Agama: MAN de MOTEFA, Sumbangsih Nyata Bagi Pendidikan Indonesia

Pendidikan  SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 00:00 WIB

Menteri Agama: MAN de MOTEFA, Sumbangsih Nyata Bagi Pendidikan Indonesia

foto/net

Moeslimchoice. Untuk pertama kalinya, pada tahun 2020 ini, Kementerian Agama (Kemenag) berhasil masuk dalam jajaran 'Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP)' yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dengan mengusung program MAN de MOTEFA. 

MAN de MOTEFA atau Madrasah Aliyah Negeri dengan Modified Teaching Factory merupakan program inovasi yang dilaksanakan oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Kulon Progo, Yogyakarta. 

"Saya sebagai Menteri Agama, sangat mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan oleh MAN 2 Kulon Progo. Ini merupakan sumbangsih nyata bagi pendidikan Indonesia. Kami berharap ini juga dapat ditiru dan menjadi salah satu solusi bagi dunia pendidikan menengah atas di Indonesia," kata Menag dalam sesi presentasi dan wawancara KIPP 2020 yang digelar secara virtual, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (29/6). 

Kepada panelis, Menag menjelaskan bahwa melalui program MAN de MOTEFA ini Kemenag membekali keterampilan sehingga siap bila harus langsung terjun ke dunia kerja. 

"Biasanya, sekolah menengah umum atau pun Madrasah Aliyah menyiapkan siswanya untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Sementara, kita melihat di masyarakat tidak semua anak beruntung bisa langsung melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi," tutur Menag. 

Hal ini menurut Menag, menjadi permasalahan yang perlu dicari solusinya. 
"Sebagian dari mereka, biasanya karena berbagai macam alasan harus bersaing ke dalam dunia kerja. Padahal, mereka tidak punya keterampilan untuk bekerja. Persoalan itu yang harus dicari solusinya. MAN 2 Kulon Progo, hadir untuk memberi solusi dengan program MAN de MOTEFA ini," ungkap Menag. 

Menag menuturkan, MAN 2 Kulon Progo selain tetap melaksanakan kurikulum pendidikan umum Madrasah Aliyah sebagaimana seharusnya, juga telah menambahkan delapan jam kurikulum tatap muka bidang keterampilan yang dikelola secara profesional.

"Ini bekerjasama dengan berbagai pihak yang kompeten. Seperti pabrik-pabrik, Balai Latihan Kerja (BLK), industri rumah tangga, universitas/institut, dan sebagainya," papar Menag. 

Dengan program ini, lanjut Menag, telah menghasilkan tamatan Madrasah Aliyah yang siap kerja dan memiliki keterampilan mumpuni. 

"Saya berharap ide baik ini dapat dicontoh oleh MAN lainnya, bahkan sekolah-sekolah umum di luar sekolah keagamaan," harap Menag. 

Senada dengan Menag, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag Yogyakarta, Anita Isdarmini mengungkapkan, bahwa keberadaan MAN 2 Kulonprogro dengan program MAN de MOTEFA dapat membantu keresahan masyarakat sekitar. 

"Ini dibuktikan dengan banyaknya peminat MAN 2 Kulon Progo. Mereka yang mendaftar ke sini tahu bahwa selulusnya dari sini, para siswa memiliki keterampilan bermanfaat dalam dunia kerja," ujar Anita yang merupakan mantan Kepala MAN 2 Kulon Progo. 

Menurut Anita, ada lima kelas keterampilan yang melatih enterpreneurship siswa di MAN 2 Kulon Progo, yaitu: 
1. Desain komunikasi visual, 
2. Tata busana, 
3. Agrobisnis pengolahan hasil pertanian, 
4. Tata boga, dan 
5. Teknik audio-video. 

"Bahkan sejak tahun 2018, lulusan kami sudah ada yang bisa membuka lapangan kerja sendiri atau menjadi enterpreneur," tutur Anita. 

Sementara, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyampaikan Kementerian Agama telah memiliki Madrasah-madrasah Aliyah dengan program keterampilan sejak 2016. 

"MAN 2 Kulon Progo adalah salah satu dari sekitar 260 Madrasah Aliyah dengan program keterampilan yang ada di Indonesia," kata Kamaruddin. 

"Kita pun memberikan berbagai dukungan terhadap Madrasah ini. Mulai dari dukungan sarana prasarana, hingga memberangkatkan kepala Madrasah ke Inggris, Finlandia, dan Australia, untuk melihat benchmark pendidikan di negara-negara maju," ungkapnya. 

Sesi presentasi dan wawancara ini merupakan rangkaian penilaian yang dilakukan Kemenpan RB untuk mendapatkan Top 45 dan 5 pemenang oustanding KIPP 2020. 

Dalam sesi ini, Kemenpan RB melibatkan sembilan orang panelis independen yang terdiri dari: Mantan Wamen Pan RB, Eko Prasojo; Peneliti Senior LIPI, R.Siti Zuhro; Mantan Pimpinan KPK, Erry R. Hardjapamekas; Ombudsman,  Dadan Suparjo Suharmawijaya; Managing Director Grab, Neneng Meity Goenadi; Liputan6, Nurjaman Mochtar, Sri Haruti; Mantan Ketua YLKI, Indah Suksmaningsih; Presdir Metro TV, Suryo Pratomo; dan Ketua YLKI, Tulus Abadi. 

KIPP sendiri merupakan kompetisi yang telah digelar Kemenpan RB sejak tahun 2014. Berdasarkan data Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemenag, ini kali keempat Kemenag mengirimkan wakilnya dalam KIPP. 

Selain MAN 2 Kulon Progo, terdapat delapan satuan kerja Kemenag yang turut mengirimkan proposal pada KIPP 2020. Menurut data Kemenpan RB, tahun ini jumlah proposal yang masuk dan mengikuti KIPP sebanyak 3.059 perserta, lebih sedikit ketimbang tahun 2019 yakni 3.156. 

Sedangkan proposal yang submit ke KemenPANRB tahun ini sebanyak 2.307. Sedangkan lolos seleksi administrasi berjumlah 2.250 inovasi. 

Dari 2.250 inovasi pelayanan publik yang masuk, kemudian dipilih Top 99. Selanjutnya dilakukan sesi presentasi, wawancara, hingga verifikasi dan observasi lapangan untuk menghasilkan Top 45 dan 5 pemenang outstanding pelayanan publik. [mt]


Komentar Pembaca