Dianugerahi Doktor Honoris Causa, Hatta Rajasa Singgung Laporan Bank Dunia

Ekonomi  SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 18:10 WIB | Sunarya Sultan

Dianugerahi Doktor Honoris Causa, Hatta Rajasa Singgung Laporan Bank Dunia

Foto/net

Moeslimchoice | Disebutkan Hatta Rajasa, pemerintah Indonesia perlu punya beberapa agenda jangka pendek dan menengah terkait laporan terbaru Bank Dunia. Seperti diketahui, lembaga itu pada September lalu merilis laporan berjudul Global Economic Risks & Implications for Indonesia.

“Bank Dunia menyebutkan pertumbuhan ekonomi global akan menurun, potensi terjadinya resesi meningkat,” tuturnya di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Senin, 25 November 2019.

Lebih lanjut Hatta mengatakan, sejumlah agenda jangka pendek-menengah untuk menghadapi kondisi perekonomian Indonesia sekarang adalah mengatasi defisit transaksi berjalan, mendorong investasi langsung dari luar negeri (FDI) maupun dalam negeri.

Menurutnya, upaya lain yaitu mendorong ekspor dan mengurangi impor barang konsumtif, mendorong sektor riil dan memperkuat pasar dalam negeri. Selain itu menjaga kesinambungan APBN dan kualitas belanja, menjaga daya beli masyarakat.

“Melanjutkan reformasi birokrasi dan perpajakan,” ungkapnya dalam pidato di acara Sidang Terbuka Penganugerahan Doktor Honoris Causa bagi M Hatta Rajasa di Aula Barat ITB.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, lanjut Hatta, yang sedang menurun akan melemah seiring melambatnya perekonomian global. Lemahnya produktivitas dan menurunnya pertumbuhan tenaga kerja adalah salah satu penyebabnya.

“Di sisi yang lain, perlambatan ekonomi global menyebabkan turunnya harga-harga komoditi, yang lebih menekan ekonomi kita,” pungkas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian periode 2009–2014 itu.

Risiko pelemahan perekonomian itu, dikatakan Hatta Rajasa, akan menimbulkan negative economic shock yang berpotensi menimbulkan capital outflow. Jumlahnya disebut bisa lebih besar daripada kondisi Indonesia pada satu dekade lalu.

“And lead to even higher interest rates and more Rupiahs depression”. Hatta yakin pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi dampak pelemahan ekonomi global. (nry)


Komentar Pembaca
Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

PolhukamJumat, 17 Januari 2020 | 01:10

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

PolhukamKamis, 16 Januari 2020 | 06:55

Woi Sobat Ambyar! Didi Kempot Manggung di Kelapa Gading Minggu Malam
Mendagri Tito Karnavian Terima Penghargan Tertinggi dari Singapura
Pengakuan Punggawa Keraton Agung Sejagat

Pengakuan Punggawa Keraton Agung Sejagat

NasionalRabu, 15 Januari 2020 | 10:20

Pemerintah Filipina Sulap Abu Vulkanik Gunung Taal Jadi Batu Bata
Sah, Reini Wirahadikusumah Jadi Rektor Perempuan Pertama ITB

Sah, Reini Wirahadikusumah Jadi Rektor Perempuan Pertama ITB

PendidikanSenin, 20 Januari 2020 | 00:25

Demo Rompi Kuning Ricuh, Presiden Prancis Dievakuasi

Demo Rompi Kuning Ricuh, Presiden Prancis Dievakuasi

InternasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 23:20

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang

DaerahMinggu, 19 Januari 2020 | 22:05

Hujan Belum Reda, Jakarta Siagakan 478 Pompa di 176 Titik

Hujan Belum Reda, Jakarta Siagakan 478 Pompa di 176 Titik

NasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 21:15