Menkes Terawan Sebut Pentingnya Skrining TB di Ponpes agar Tidak Menyebar

Kesehatan  SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 16:00 WIB | Sunarya Sultan

Menkes Terawan Sebut Pentingnya Skrining TB di Ponpes agar Tidak Menyebar

Foto/net

Moeslimchoice | Berada dan menetap dalam lingkungan bersama banyak orang membuat para santri di Pondok Pesantren lebih rentan mengalami penyakit menular. Salah satu penyakit yang paling dikhawatirkan adalah tuberkulosis (TB).

Terkait hal tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan kasus tuberkulosis terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Oleh sebab itu Menkes menegaskan pentingnya skrining tuberkulosis di Pondok Pesantren. Pernyataan ini diucapkan Menkes usai berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor Putri di Ngawi, Jawa Timur pada Sabtu pekan lalu.

"Di pesantren itu kan akumulasi orangnya besar sekali, nah di situlah harus melakukan skrining secara cepat, tepat, dan pengobatan yang memadai," ungkap Terawan usai meninjau pelaksanaan skrining TB di Ponpes tersebut.

Lebih lanjut Terawan menyatakan, kalau nanti ketemu, diobati segera, supaya tidak menyebar lebih banyak lagi.

Penyakit lain yang membayangi santri di ponpes
Bukan hanya tuberkulosis, ada beberapa penyakit menular lain yang mudah terpapar di lingkungan pesantren.

"Karena dengan kerapatan yang tinggi, maka memungkinkan terjadinya penyakit diare. Kedua, selain diare tentunya ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan pneumonia, yang ketiga TB," jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu, pada Jumat pekan lalu.

Terkait hal tersebut, guna pencegahan penularan penyakit seperti tuberkulosis, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menerapkan program Pesantren Sehat. Ini dilakukan untuk mencegah faktor-faktor risiko penyakit seperti masalah kulit, diare, TB, ISPA, dan pneumonia pada penghuni tempat tersebut, contohnya adalah skrining tuberkulosis.

Sehingga, para santri dan santriwati yang positif tuberkulosis bisa sembuh dengan perawatan dan minum obat secara teratur.

"Harapan kami bahwa di Ponpes ini kesehatan anak itu terjaga, sehingga nantinya, menghasilkan kualitas hidup santri yang sehat di Ponpes ini," pungkas Wiendra. (nry)


Komentar Pembaca