Ditolak Serikat Pekerja Pertamina, Ahok: Saya Alumnus S-3 Mako Brimob

Ekonomi  SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 13:32 WIB

Ditolak Serikat Pekerja Pertamina, Ahok: Saya Alumnus S-3 Mako Brimob

Spanduk-spanduk Serikat Pekerja Pertamina yang menolak kehadiran Ahok

MoeslimChoice | Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut dirinya alumnus Strata-3 dari Mako Brimob.

Komisaris Utama PT Pertamina itu mengatakan hal tersebut saat menanggapi penolakan dari Serikat Pekerja (SP) Pertamina.

"Dia tidak tahu saya ini sudah lulusan S-3 dari Mako Brimob," ujar Ahok sambil bercanda di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Diketahui, Rutan Mako Brimob merupakan tempat Ahok menjalani masa pemenjaraan selama dua tahun dalam kasus penodaan agama.

Setelah bebas, Ahok akhirnya pulang ke kampung halamannya di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak apabila Ahok masuk ke dalam jajaran direksi atau komisaris Pertamina.

Presiden FSPPB, Arie Gumilar, menyoroti rekam jejak dan perilaku Ahok yang selalu membuat keributan dan kegaduhan di mana-mana, dan bahkan seringkali berkata kotor.

Arie mengatakan, bisa dibayangkan kalau yang bersangkutan masuk ke Pertamina, kemudian ada kegaduhan di tubuh organisasi perusahaan, maka ini akan berdampak pada pelayanan distribusi energi kepada masyarakat di seluruh pelosok negeri menjadi terganggu.

Kementerian BUMN meminta kepada serikat pekerja BUMN untuk melihat terlebih dahulu kinerja Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebelum melayangkan protes.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan, kalau yang namanya korporasi itu, untuk mengukur tingkat keberhasilan sangat gampang. Angka-angka terkait kinerja, untung, dan rugi, sangat terlihat di korporasi.

Dengan demikian, Kementerian BUMN meminta kepada serikat pekerja untuk jangan bermain-main politik dalam urusan bisnis. [yhr]


Komentar Pembaca
Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

PolhukamJumat, 17 Januari 2020 | 01:10

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

PolhukamKamis, 16 Januari 2020 | 06:55

Woi Sobat Ambyar! Didi Kempot Manggung di Kelapa Gading Minggu Malam
Mendagri Tito Karnavian Terima Penghargan Tertinggi dari Singapura
Pengakuan Punggawa Keraton Agung Sejagat

Pengakuan Punggawa Keraton Agung Sejagat

NasionalRabu, 15 Januari 2020 | 10:20

Pemerintah Filipina Sulap Abu Vulkanik Gunung Taal Jadi Batu Bata
Sah, Reini Wirahadikusumah Jadi Rektor Perempuan Pertama ITB

Sah, Reini Wirahadikusumah Jadi Rektor Perempuan Pertama ITB

PendidikanSenin, 20 Januari 2020 | 00:25

Demo Rompi Kuning Ricuh, Presiden Prancis Dievakuasi

Demo Rompi Kuning Ricuh, Presiden Prancis Dievakuasi

InternasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 23:20

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang

DaerahMinggu, 19 Januari 2020 | 22:05

Hujan Belum Reda, Jakarta Siagakan 478 Pompa di 176 Titik

Hujan Belum Reda, Jakarta Siagakan 478 Pompa di 176 Titik

NasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 21:15