Edhy Prabowo Lepas Ekspor Ikan Rp1,79 Triliun

Ekonomi  MINGGU, 24 NOVEMBER 2019 | 10:55 WIB | Adhes Satria

Edhy Prabowo Lepas Ekspor Ikan Rp1,79 Triliun

MoeslimChoice | Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan eksportir unit pengolahan ikan (UPI), para pemangku kepentingan, serta PT Pelabuhan Indonesia III (Persero),  bergabung semua dalam acara Ekspor Raya Hasil Perikanan. Hadir dalam acara ini Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang melepas 20.151 ton (34,7 persen hasil budidaya dan 65,3 persen hasil tangkap) dengan nilai USD137,6 juta atau setara Rp1,79 triliun. Hasil perikanan tersebut berasal dari 238 UPI sejumlah 1.004 unit kontainer.

"Ekspor raya produk perikanan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang saling bahu membahu demi keberlanjutan usaha sektor perikanan Indonesia. Sinergi diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan dan meningkatkan nilai tambahnya, jelas Menteri Edhy dalam sambutannya di Pelabuhan Teluk Lamong, Sidoarjo pada Jumat, 22/11/19.

Ekspor raya kali akan dikirim ke 43 negara dengan jenis komoditi rumput laut, tuna, tongkol, cakalang, rajungan, cumi, ikan terbang, surimi, kerang, kepiting, bawal, sidat, bekicot, paha kodok, kakap, kerapu, nila dan udang. Secara lengkap, data ekspor di masing-masing pelabuhan disampaikan oleh Kepala UPT KIPM melalui video conference yang diwakili oleh 8 UPT, yaitu: (1) BKIPM Semarang - Pelabuhan Tanjung Mas; (2) BKIPM Jakarta II – Pelabuhan Nizam Zachman Muara Baru; (3) BKIPM Medan II – Pelabuhan Belawan; (4) BKIPM Manado – Pelabuhan Bitung; (5) BKIPM Bima - Pelabuhan Bima; (6) Makassar - Pelabuhan Soekarno Hatta; (7) BKIPM Banjarmasin - Pelabuhan Tri Sakti; dan (8) BKIPM Ambon - Pelabuhan Ambon.

Sementara itu, di wilayah kerja Pelindo III group, total produk perikanan yang diekspor sebanyak 456 kontainer dengan wilayah pelabuhan di antaranya: Surabaya (TTL dan TPS), Semarang (Tanjung Emas),  Banjarmasin (Tri Sakti), Denpasar, dan Bima.

Sebagai informasi, Pelabuhan Teluk Lamong merupakan pelabuhan pertama di Indonesia yang berkonsep green and smart port. Pelabuhan ini memiliki sistem operasional yang berbasis Information, Communication, and Technology (ICT) dengan peralatan berbasis otomasi. Dengan infrastruktur modern, kapasitas yang besar, serta sistem operasional berbasis digital, pelabuhan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan percepatan dalam pelayanan.

Menteri Edhy menjelaskan para pelaku usaha merupakan ujung tombak perekonomian negara sehingga pemerintah memiliki kewajiban untuk melayani kebutuhan usaha mereka dengan baik. Salah satunya melalui penyederhanaan dan percepatan proses berbagai perizinan usaha.

“Tugas saya bagaimana melakukan upaya agar hal-hal yang buntu tidak terjadi, untuk melepaskan bottlenecking yang terjadi di mana-mana,” ujarnya.


Komentar Pembaca