Muslim Melayu Mau Bangkit dengan Bisnis Online | Apa Mungkin?

Ekonomi  MINGGU, 24 NOVEMBER 2019 | 07:25 WIB | Ida Iryani

Muslim Melayu Mau Bangkit dengan Bisnis Online | Apa Mungkin?

MoeslimChoice | Keinginan bangkit secara ekonomi di kalangan muslim Melayu muncul dalam perhelatan Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ke-20 kalinya, Sabtu, 24/11/19 di Jakarta. Sejatinya acara ini adalah forum silaturahmi tahunan para pimpinan DMDI di 23 negara yang kali ini berhimpun di Jakarta pada 22-24 November 2019.

"Tema tahun ini memperkasakan bisnis online daripada negara-negara DMDI di seluruh dunia. Ada beberapa pembicara dari BKPM dan Kementerian Agama sudah menyampaikan komitmen untuk bisa menjalin kerja sama kepada seluruh negara-negara DMDI yang mengikuti konvensi ini," kata Said Aldi Ali Idrus, Ketua Panitia Konvensi DMDI 20 di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu, 23/11/19.

Hadir di acara konvensi ini antara lain Presiden Dunia Melayu Dunia Islam Tan Sri Raja Mohd. Ali Bin Mohd Rustam, Ketua Umum DMDI Herman Deru, Ketua Dewan Penasihat DMDI Syafruddin, dan Ketua DMDI DKI Jakarta Said Aldi Al Idrus. Sedangkan dalam acara pembukaan hadir pula Menteri agama Facgrul Razi.

Syed Aldi yang juga Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengungkapkan, pada konvensi DMDI 2019 diperkenalkan perniagaan online bagi seluruh anggotanya untuk dapat memanfaatkan www.dmdibiz.com sebagai media komunikasi bisnis antaranggota dan antar negara.

"Malam ini akan kami lancarkan website kami setelah register, akan dimasukkan pendaftaran namanya dan semoga dalam tempo dua tahun ada ribuan usahawan online keluarga DMDI," kata  Presiden Dunia Melayu Dunia Islam Tan Sri Raja Mohd. Ali Bin Mohd Rustam.

DMDI, kata Ali berdiri sejak 2000 di Malaka, Malaysia. Awalnya beranggota 10 negara. Sekarang, sambungnya, lembaganya sudah ada di 23 negara untuk menyatukan hubungan orang-orang melayu islam yang sudah berserak di seluruh dunia.

"Lima ratus tahun lalu orang melayu banyak yang merantau berada di Afrika Selatan, Suriname, zaman dulu ke sana bersama orang Belanda, berangkat dari Indonesia dan Malaysia. Istilahnya dulu jauh di mata jauh di hati. Tapi sekarang melalui DMDI, jauh di mata dekat di hati. Kalau lama tak jumpa nanti lama kelamaan menjadi lupa padahal sama-sama saudara orang Melayu," tambahnya.

Ali berharap, forum ini dapat menguatkan kembali tali silaturahmi antar warga rumpun melayu. Selain itu, DMDI setiap tahunnya juga membuat beberapa program dengan ciri khas melayu.

"Semoga saudara jauh terpisahkan dirapatkan semula, tali silaturahmi dapat dieratkan melalui DMDI ini. Kita banyak membuat program selain konvensyen, setiap tahun tilawatil quran, lokakarya, pertandingan pantun, pertunjukan tarian dan kesenian, kegiatan belia, kegiatan wanita, kegiatan sukan (sepak takraw), gasing dan bowling dan ekonomi," tandasnya.


Komentar Pembaca
Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

PolhukamJumat, 17 Januari 2020 | 01:10

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

PolhukamKamis, 16 Januari 2020 | 06:55

Woi Sobat Ambyar! Didi Kempot Manggung di Kelapa Gading Minggu Malam
Mendagri Tito Karnavian Terima Penghargan Tertinggi dari Singapura
Pengakuan Punggawa Keraton Agung Sejagat

Pengakuan Punggawa Keraton Agung Sejagat

NasionalRabu, 15 Januari 2020 | 10:20

Pemerintah Filipina Sulap Abu Vulkanik Gunung Taal Jadi Batu Bata
Sah, Reini Wirahadikusumah Jadi Rektor Perempuan Pertama ITB

Sah, Reini Wirahadikusumah Jadi Rektor Perempuan Pertama ITB

PendidikanSenin, 20 Januari 2020 | 00:25

Demo Rompi Kuning Ricuh, Presiden Prancis Dievakuasi

Demo Rompi Kuning Ricuh, Presiden Prancis Dievakuasi

InternasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 23:20

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang

DaerahMinggu, 19 Januari 2020 | 22:05

Hujan Belum Reda, Jakarta Siagakan 478 Pompa di 176 Titik

Hujan Belum Reda, Jakarta Siagakan 478 Pompa di 176 Titik

NasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 21:15