Atasi Gejolak Internal, Bank Sumut Mesti Percepat Proses Spin Off Unit Syariah

Ekonomi  JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 14:57 WIB

Atasi Gejolak Internal, Bank Sumut Mesti Percepat Proses <i>Spin Off</i> Unit Syariah

Bank Sumut/net

Moeslimchoice | Lambannya proses spin off yang dilakukan PT. Bank Sumut dinilai sebagai salah satu penyebab akan adanya aksi mungundurkan diri massal oleh karyawan perusahaan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu. Hal ini pun disesalkan berbagai pihak.

Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof Faisar Ananda Arfa menilai,  permintaan sejumlah karyawan untuk pindah ke unit syariah tidak mungkin dilakukan tanpa melihat formasi yang ada.

"Mungkin saja, kondisi unit syariah Bank Sumut belum memerlukan penambahan pegawai karena tingkat likuiditasnya masih rendah," ucap Faisar Ananda Arfa seperti yang dilansir media lokal Sumut, Dproperti.co.id baru-baru ini.

Lebih lanjut dikemukakannya, sikap para karyawan tersebut bisa juga dijadikan alasan bagi Gubernur Edi Rahmayadi untuk mendorong perubahan Bank Sumut menjadi Bank Sumut Syariah.

Jebolan McGill University Kanada ini pun mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Gubsu Edi Rahmayadi, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Sumut, untuk lebih responsive dalam mewujudkan harapan masyarakat Sumatera Utara yang mengharapkan memiliki bank daerah dengan konsep syariah. Terlebih lagi dengan penduduk Sumatera Utara yang mayoritas Islam. Keberadaan bank syariah juga bisa mengakomodir masyarakat Sumut yang beragama lain.

"Umat Islam juga tidak perlu tergesa-gesa keluar dari Bank Sumut karena alasan riba yang masih debatable, sebab nanti non muslim akan memgambil alih semua posisi di negara ini. Jangan nanti setelah di bank syariah tidak nyaman juga, karena ada juga penceramah anti riba yang bilang bank syariah pun masih ribawi," tandas Faisar.

Hal senada juga disampaikan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Binjai, Muhri Fauzi Hafiz. Ia  mengaku prihatin dengan sikap karyawan PT. Bank Sumut yang mengundurkan diri.

Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Sumut.

"Kita tidak memungkiri, semua keinginan mengundurkan diri adalah hak masing-masing karyawan, namun kita prihatin kenapa banyak jumlahnya. Ini bisa melahirkan preseden buruk bagi Bank Sumut, dan berbagai asumsi, seperti, sikap manajemen yang dengan keputusannya membuat rasa tidak nyaman karyawan, ada upaya intervensi dari manajemen untuk membuat kebijakan yang mendorong para karyawan mengundurkan diri," sebut Muhri Fauzi Hafiz.

 Lebih jauh dikatakannya, "Hal ini tidak boleh dibiarkan. Bank Sumut harus dijaga sebaik-baiknya sebagai salah satu BUMD yang terbaik. Saya sarankan kepada Gubernur untuk menegur Dirut PT Bank Sumut atas masalah ini."  [dpr/zul]


Komentar Pembaca