Dilarang Pindah ke Unit Syariah, Ratusan Karyawan Bank Sumut Bakal Mundur Massal

Ekonomi  JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 14:09 WIB

Dilarang Pindah ke Unit Syariah, Ratusan Karyawan Bank Sumut Bakal Mundur Massal

Bank Sumut/net

Moeslimchoice | Ratusan karyawan PT Bank Sumut mengancam akan mengundurkan diri secara massal. Alasannya, karena direksi tidak mempernankan mereka pindah ke unit syariah hingga kurangnya apresiasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

Seperti yang dilansir dari media lokal Sumatera Utara (Sumut), Dproperty.co.id, para karyawan mengaku sejumlah kebijakan baru yang diambil oleh pihak direksi pergantian direktur utama, dinilai sangat ketat dan dirasa kurang adil. Sehingga hal ini membuat karyawan tidak nyaman.

"Gak nyaman, bang. Makanya beberapa karyawan berniat mengundurkan diri," kata salah seorang karyawan Bank Sumut yang tidak berkenan disebutkan namanya, baru-baru ini.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Bank Sumut Syahdan Ridwan Siregar yang dikonfirmasi awak media, mengaku kabar pengunduran diri ratusan pegawai tetap Bank Sumut tersebut tidak benar.
 
"Beritanya tidak benar. Kalau pun ada yang keluar, itu atas kemauan sendiri. Mengundurkan diri adalah hak masing-masing pegawai yang sudah diatur dalam undang undang ketenagakerjaan. Jadi tidak ada hak bagi perusahaan untuk menahan nahan pengunduran diri seseorang. Sementara itu bagi pegawai yang mengundurkan diri sebelum selesai ikatan dinas, akan dikenakan ganti rugi biaya rekrutmen sesuai dengan ketentuan," sahut Syahdan

Hal senada juga diungkapkan Dirut PT Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo yang mengirimkan pesan singkat lewat whathApp

"Saya baru 2 bulan jadi dirut. Saya rasa tidak ada ratusan pegawai yang mengundurkan diri karena kebijakan saya. Kalau di perusahaan ada karyawan mengundurkan diri dan masuk pegawai baru, adalah hal yang normal. Pastilah OJK mengetahui jika hal seperti itu terjadi," jawabnya, singkat.

Sementara itu, Kepala Divisi SDM PT. Bank Sumut, Burhanuddin Siregar mengungkapkan, terkait keinginan karyawan untuk pindah ke unit syariah, pihaknya menyatakan tidak bisa langsung memenuhi.
 
"Soal perpindahan ke syariah tidak bisa langsung dieksekusi, karena harus ada evaluasi man power planning di unit syariah dan konvensional. Dan evaluasi saat ini, unit syariah belum membutuhkan tambahan pegawai," paparnya.

Sedangkan menyangkut keluhan karyawan yang ditempatkan jauh dari keluarga, Burhanuddin menjelaskan, "Terkait jauh dari keluarga, ketentuan kita telah mengatur, bahwa istri wajib ikut suami, dan kontrak kerja awal masuk menjadi pegawai menyebutkan bahwa pegawai bersedia ditempatkan dimanapun."

Ada pun perihal prestise dan keuangan, lanjut Burhanuddin, hal tersebut tergantung dari masing masing gaya hidup seseorang.

"Tentunya kita tidak bisa mengatur itu. Oleh karena itu alasan itu sangat private sehingga tidak bisa di generalisir," sambung Burhanuddin.

Terakhir, soal gaji, Burhanuddin menyatakan, tentunya tidak bisa disamarkan antara atasan dengan bawahan, karena telah diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan.

"Kita masih patuh terhadap ketentuan ketenagakerjaan," Burhanuddin, mengakhiri. [dpr/zul]


Komentar Pembaca