Gubernur Jabar Tawarkan Langsung Proyek ke Pengusaha AS

Ekonomi  JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 10:55 WIB | Warni Arwindi

Gubernur Jabar Tawarkan Langsung Proyek ke Pengusaha AS

MoeslimChoice | Gubernur Jawa Barat menawarkan langsung 209 proyek bernilai total 60 miliar dolar kepada investor Amerika Serikat. Menurut dia, langkah itu sekaligus menunjukkan kepada para investor asing bahwa investasi dapat masuk melalui pemerintah provinsi, bukan hanya pusat.

“Makanya saya ke sini, bahwa pintu investasi itu dua, bisa pusat bisa daerah,” kata Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, di acara The 7th US-Indonesia Investment Summit di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 21/11/19.

Emil menyebutkan, ada dua jalur yang dapat dipilih calon investor. Pertama, mereka boleh masuk ke Indonesia melalui Jawa Barat sebagai gerbang. Atau, mereka dapat datang membawa model Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Kami tawarkan ini dengan konsep B2G (Business to Government)," ujarnya.

Dari 60 proyek itu, sektor transportasi jalan tol bernilai 16,1 miliar dolar AS, 36 proyek di sektor sumber daya air senilai 1,6 miliar dolar AS. Selain itu, 30 proyek senilai 4,8 miliar dolar AS bergerak di industri perumahan. Terakhir, dua proyek pada sektor zona industri dengan besaran 5,8 miliar dolar AS. Semuanya ditawarkan dengan jangka waktu 10 tahun.

Dari total tersebut, sambungnya, sudah ada ketertarikan dari investor AS yang bergerak di bidang teknologi. Nilai komitmen investasinya diperkirakan sebesar Rp 40 triliun. Tapi, Emil masih enggan menyebutkan daerah maupun nama perusahaan yang menyatakan ketertarikannya tersebut.

Selain B2G, Gubenur Jabar juga menawarkan investasi masuk melalui model Business to Business (B2B). Ketika investasi masuk, pemerintah akan membantu para investor untuk masuk ke pasar Jawa Barat.

Ridwan mengakui, permasalahan saat ini adalah investor AS maupun negara lain hanya melihat kepada proyek pemerintah pusat. Padahal, apabila diperhatikan kembali, banyak proyek berskala regional yang justru memiliki faktor multiplier lebih besar.

Tapi, kata Emil, Jawa Barat memiliki daya tarik besar untuk menarik investasi. Pertumbuhan ekonomi regionalnya menyentuh angka 5,50 persen pada kuartal pertama 2019, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni 5,18 persen pada periode yang sama.

Tidak hanya itu, dia bilang, pemerintah Jawa Barat juga sudah melakukan perlawanan korupsi dengan menggunakan teknologi melalui e-budgeting. Program ini memungkinkan pemerintah dapat melihat dan memangkas dana yang tidak penting. "Dengan teknologi ini, kami sudah menghemat 100 juta dolar AS," tambah Emil.

Selain itu Emil memaparkan pemanfaatan teknologi dalam digital village atau desa digital untuk menyiapkan masyarakat pedesaan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Keunggulan kedua yang disebutkannya adalah fokus pemerintah Jawa Barat mengimplementasikan energi terbarukan. Di antaranya dengan menyusun rencana pembangunan lima lokasi sebagai pusat pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar.

Ridwan Kamil memastikan, keunggulan ini sudah ditangkap secara agresif oleh banyak negara, termasuk Cina. Tapi, ia masih merasa kurang. Ia memiliki misi, menjadikan Jawa Barat sebagai top of mind atau tujuan investasi teratas di Indonesia. "Kalau Anda masuk ke Indonesia, tolong pertimbangkan Jawa Barat," katanya.

Ajakan investasi tidak hanya disampaikan Gubernur Emil, juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam acara yang sama, ia menjanjikan insentif berupa Tax Holiday maupun Tax Allowance dan Super Deduction Tax kepada investor dan pejabat AS.

Airlangga menjelaskan, pemberian insentif ini merupakan salah satu upaya untuk menarik investasi asing ke Indonesia. Pemerintah juga fokus merancang dan menjalankan kebijakan yang mempermudah realisasi investasi. Misal, dengan meningkatkan akses Online Single Submission (OSS) hingga penghapusan Daftar Negatif Investasi (DNI) per Januari 2020.

Sing payu...


Komentar Pembaca
Milenial Harus Berani Keluar Tempurung
Menteri Edhy Prabowo Bangga Jadi Alumni Moestopo

Menteri Edhy Prabowo Bangga Jadi Alumni Moestopo

PendidikanMinggu, 15 Desember 2019 | 02:40

Saat Honorer K2 DKI Diperintahkan Masuk Got

Saat Honorer K2 DKI Diperintahkan Masuk Got

DaerahMinggu, 15 Desember 2019 | 01:35

Menkop UKM: Impor Cangkul Distop 2020

Menkop UKM: Impor Cangkul Distop 2020

EkonomiMinggu, 15 Desember 2019 | 00:25

Menko Polhukam: Dualisme PPP Sudah Selesai!

Menko Polhukam: Dualisme PPP Sudah Selesai!

PolhukamSabtu, 14 Desember 2019 | 23:20