Presiden Jokowi: 2022 Indonesia Bebas Defisit Jika...

Ekonomi  KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 07:49 WIB | Warni Arwindi

Presiden Jokowi: 2022 Indonesia Bebas Defisit Jika...

MoeslimChoice | Presiden Joko Widodo optimististik, defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan yang dialami Indonesia selama puluhan tahun bisa diselesaikan dalam kurun tiga tahun. Tampaknya Presiden Jokowi sudah menemukan kunci penyelesaian masalah dua defisit ini.

Tapi, dia bilang, ada syaratnya: Indonesia harus berfokus pada program hilirisasi dan industrialisasi di sektor pertambangan. Jokowi menjelaskan, ekspor tambang memberikan kontribusi besar pada neraca perdagangan Indonesia. Namun di sisi lain ekonomi Indonesia menjadi amat tergantung pada ekspor tambang yang besar ini.

"Kemarin, tiga minggu lalu, saya hitung-hitungan. Kalau semuanya menuju pada hilirisasi dan industrialisasi, barang jadi dan setengah jadi, saya yakin tak sampai tiga tahun, semua problem defisit bisa diselesaikan," katanya saat memberi sambutan dalam acara Indonesian Mining Association Award di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 20/11/19.

Jadi, ia mengajak para pengusaha tambang Indonesia tidak lagi mengekspor mentah-mentah hasil tambang. Ia mengimbau para pengusaha untuk mengolahnya terlebih dulu agar menjadi barang jadi atau setengah jadi sehingga ada nilai tambah.

"Sehingga negara kita memiliki nilai tambah dan memiliki multiplier effect yang besar dan tentu saja penciptaan lapangan kerja yang dibutuhkan masyarakat," ucap Jokowi.

Jokowi amat yakin, Indonesia bisa lepas dari jeratan dua defisit itu jika  fokus hilirisasi dan industrialisasi untuk satu komoditas saja, yakni nikel berjalan baik. "Belum berbicara masalah timah, batu bara, tembaga. Banyak sekali yang bisa kita lakukan dari sana," ucap dia.

Bahkan, menurut Jokowi, Indonesia bisa lebih cepat bebas dari defisit kalau mampu mengolah komoditas tambang lainnya. Ia mencontohkan dengan mengolah batu bara menjadi LPG, metanol, hingga petrokimia.

"Ngapain kita impor elpiji, ngapain kita impor petrokimia yang besar. Begitu ini muncul, Bapak Ibu semuanya bangun ini, hilang itu CAD kita. Saya jamin hilang, enggak akan lebih dari tiga tahun," tandas Jokowi.


Komentar Pembaca