Umar Patek Diusulkan Bebas Bersyarat, Istrinya Sudah Jadi WNI

Nasional  KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 05:55 WIB | Warni Arwindi

Umar Patek Diusulkan Bebas Bersyarat, Istrinya Sudah Jadi WNI

MoeslimChoice | Terpidana kasus Bom Bali diusulkan mendapat pembebasan bersyarat. Sedangkan istrinya, Gina Gutierez Luceno alias Ruqayyah binti Husein Luceno sudah mendapat kewarganegaraan Indonesia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius di Lapas Porong menyampaikan langsung surat keputusan tentang status WNI Ruqqayyah. Isteri Umar Patek itu telah tinggal di Indonesia sejak 2019, dua tahun sebelum Umar tertangkap di Pakistan.

Suhardi menjelaskan, pemberian kewarganegaraan tersebut telah melalui serangkaian pertimbangan dan penilaian yang melibatkan dari berbagai pemangku kepentingan dari Badan Intelijen Negara (BIN) hingga Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

"Bukan cuma melibatkan BNPT dan KemenkumHAM, tapi juga melibatkan Badan Intelijen Negara, Densus 88 dan semua stakeholder," ujar Suhardi kepada awak media di Lapas Porong, Rabu, 20/11/19.

Mengenai bebas bersyarat, Suhardi menyatakan mengkaji betul apa yang telah dikerjakan Umar Patek selama berada di Lapas Porong. Umar dinilai bersikap baik selama berada di Lapas. Umar Patek juga diakuinya telah menunjukkan kecintaan terhadap NKRI. Selain itu, yang bersangkutan juga sering membantu BNPT dalam menjalankan program deradikalisasi.

"Umar Patek sudah dilihat bagaimana dedikasinya dan perilakunya selama di Lapas. Dia mengibarkan bendera merah putih dan juga memberikan masukan-masukan yang sangat positif kepada BNPT dalam upaya deradikalisasi mantan napi teroris. Ini lah kenapa keinginan beliau diwadahi pemerintah," kata Suhardi.

Menanggapi usulan bebas bersyarat tersebut, Umar Patek mengaku bersyukur "Alhamdulillah, bila sudah sampai waktunya, maka akan kami ajukan pembebasan bersyarat," ujarnya.

Kalapas Porong, Tonny Nainggolan, mengaku telah mengusulkan bebas bersyarat untuk Umar Patek berdasarkan penelaahan sikap dan pemikiran napi teroris tersebut. Tonny bilang usulan pembebasan bersyarat untuk Umar Patek tersebut telah diajukan pihaknya ke Kemenkumham. Jika usul diterima, Umar Patek dimungkinkan bebas dari penjara pada 2024 lebih cepat dari putusan pengadilan pada 2012 yang memvonisnya 20 tahun penjara.

"Beliau akan diusulkan kebebasannya secara bersyarat, tentu apabila semua syarat terpenuhi," kata Tonny di Lapas Porong, Rabu, 21/11/19.

Tonny mengatakan pembebasan bersyarat itu diajukan lantaran selama di tahanan, Umar Patek berperilaku baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran. Ia juga disebut mengalami perubahan ideologis dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Atas dasar alasan tersebutlah, Umar Patek selama tiga tahun terakhir pun menerima beberapa kali remisi. Sampai 2019, total remisi yang diperolehnya adalah potongan hukuman tujuh bulan.


Komentar Pembaca