Gara-gara Undang UAS Ceramah, Pegawai KPK Bakal Diperiksa

Nasional  KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 04:48 WIB

Gara-gara Undang UAS Ceramah, Pegawai KPK Bakal Diperiksa

Moeslimchoice | Sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan apresiasi besar dari masyarakat setelah mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi ceramah kepada pegawai KPK pada Selasa (19/11).

Namun ternyata, UAS bukanlah penceramah yang diundang secara resmi oleh lembaga Antirasuah tersebut. UAS hanyalah diundang oleh staf atau pegawai KPK.

"Kalau Ustaz Somad sama sekali bukan lembaga. Jadi ada beberapa staf yang pada waktu itu kajian Zuhur mengundang Ustaz Somad," kata Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (20/11) sore.

Bahkan, pimpinan KPK telah mencegah dan melarang UAS berceramah di KPK. Hal ini ditegaskan Ketua KPK, Agus Rahardjo. Menurut Agus, pimpinan KPK tidak secara resmi mengundang UAS untuk mengisi ceramah dan memberikan siraman rohani kepada pegawai KPK.

"Bahkan sebelumnya, malam Senin (18/11) sudah diberitahu, sebetulnya pimpinan sudah mencegah," tegas Agus kepada wartawan, Rabu (20/11). Pencegahan itu, lanjut Agus, bukanlah mencegah UAS sebagai kapasitasnya penceramah, namun pimpinan KPK mengaku tidak ingin mengundang ulama yang melakukan kontroversi.

"Bukan mencegah kapasitas UAS, tapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai beliau. Kami mengharapkan kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu," jelas Agus.

Pimpinan KPK pun rencananya akan memberikan sanksi terhadap pegawai yang mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk berceramah di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Hal tersebut dilakukan lantaran UAS tidak secara resmi diundang oleh lembaga antirasuah tersebut.

"Jadi yang kemari ada beberapa orang (pegawai KPK) yang mengundang kajian Zuhur, kemudian sebetulnya tidak disetujui pimpinan," lanjutnya. Agus menambahkan, ternyata UAS hadir dan mengisi ceramah di KPK pada Selasa (19/11). Dia menegaskan, akan memanggil dan memeriksa pegawai KPK yang mengundang UAS. "Ya itu nanti kepada pegawainya kita periksa," katanya.

Bahkan kata Agus, pegawai yang mengundang UAS bukanlah dari Wadah Pegawai (WP) KPK, melainkan dari organisasi lain yang bernama BAIK (Badan Amal Islam KPK). "Bukan (WP KPK) , ada sekolompok. Di KPK ada organisasi BAIK, badan apa gitu, BAIK itu singkatan, udah ya," pungkasnya.


Komentar Pembaca