Komisi Dakwah MUI Bekali Para Da’i dengan Wawasan Kebangsaan

Berita  RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 12:49 WIB | Adhes Satria

Komisi Dakwah MUI Bekali Para Da’i dengan Wawasan Kebangsaan

Moeslimchoice | Belum lama ini, (18/11/19), para da’i yang  sudah berkiprah di masyarakat diundang ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk musyawarah dan tukar pikiran agar menyatukan visi dan koordinasi langkah dakwah. Merekalah yang akan direkomendasi oleh MUI sebagai da’i.

MC Award 2

Dikatakan Ustadz M. Cholil Nafis, Lc., Ph D (Ketua Komisi Dakwah dan Pengambangan Masyarakat MUI Pusat), ada beberapa materi sebaga bekal para dai, diantaranya, wawasan ke-Islaman, wawasan kebangsaan dan metode dakwah. Materi Wasasan Islam wasathi (moderat) mengulas tentang paham Islam yang diajarkan Rasulullah saw, juga dijelaskan sirah para sahabat.

Kemudian dibahas Islam wasathi sebagai arus utama pahama Islam Indonesia yang mengikuti aqidah Ahlussunnah wal-jamaah, Islam yang tidak ekstrim kanan, juga tidak ekstrim kiri.

Wawasan Kebangsaan dipaparkan berkenaan dengan kesepakatan kebangsaan (al-ittagaqaat al-wathaniyah).  Juga dijelaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai ajaran Islam. “NKRI sudah final dan mengikat. Cinta tanah air adalah bagian dari Iman.  Membela negara adalah bagian dari implementasi beragama Islam.”

Kemudian metode dakwah yang disepakati adalah yang menguatkan keagamaan Islam, sekaligus memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI. Permasalahan khilafiyah harus ditoleransi dan menghormati perbedaan. Namun masalah penyimpangan dan penodaan agama harus diamputasi.

Cholil Nafis menjelaskan, standarisasi da’i ini dalam rangka menyatukan persepsi (taswiyatul afkar) dalam mengembangkan ajaran Islam dan mengoordinasi langkah dakwah (tansiqul harakah) agar maksimal dalam menyebarkan dakwah Islamiyah.  Di akhir acara semua peserta da’i bersepakat untuk memgembangkan dakwah Islam Wasathi dan menjaga keutuhan NKRI. (des)


Komentar Pembaca