Milad Ke-107 Muhammadiyah | PBNU Ucapkan Selamat: Mabruk Alfa Mabruk

Sosial  SELASA, 19 NOVEMBER 2019 | 10:10 WIB | Sugiharta Yunanto

Milad Ke-107 Muhammadiyah | PBNU Ucapkan Selamat: Mabruk Alfa Mabruk

MoeslimChoice | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan selamat atas milad yang ke-107 Muhammadiyah. Ucapan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Said juga mengatakan Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki andil besar dalam mencerdaskan bangsa, terutama umat Islam, dan  turut membangun masyarakat sipil sebagai pilar persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Muhammadiyah, sambungnya, merupakan mitra yang penting bagi NU dalam rangka bersama-sama menjaga Islam wasathiyah, Islam moderat, yang anti-radikal apalagi teror. Ia pun bersyukur, NU memiliki mitra Muhammadiyah, sehingga maayarakat Indonesia memiliki akhlak yang baik dan dapat terus menjaga umat Islam yang dari dulu hingga sekarang, dan seterusnya membangun negara.

"Saya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atas nama warga Nahdliyin di mana pun berada, mengucapkan selamat ulang tahun organisasi Islam Muhammadiyah yang ke-107," kata Kiai Said di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, 18/11/19.

Kiai yang juga Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu pun mendoakan pengurus dan warga Muhammadiyah agar selalu diberikan kekuatan oleh Allah dalam berjuang mendakwahkan Islam yang moderat dan menjaga umat Islam agar terhindar dari aliran-aliran yang tidak diridhoi Allah.

"Insyallah NU dan Muhammadiyah akan abadi, langgeng ila yaumil qiyamah. "Sekali lagi, selamat, mabruk alfa mabruk atas ulang tahun Muhammadiyah yang ke-107 tahun. Insyaallah Muhammadiyah semakin berjaya, semakin sukses, dan semakin mendapatkan kekuatan lahir batin dari Allah," pungkasnya.

NU dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU didirikan oleh Hadrasutsysyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926 m atau 16 Rajab 1344 h. Sementara Muhammadiyah didirkan oleh KH Ahmad Dahlan pada18 November 1912 m atau 8 Dzulhijjah 1330 h.

Kedua tokoh tersebut merupakan sahabat yang belajar agama pada satu guru, yaitu KH Sholeh Darat di Semarang. Bahkan keduanya tinggal di kamar yang sama saat santri. Dua karib ini selanjutnya pergi ke Makkah melanjutkan pendidikan agama pada ulama yang sama pula, yaitu Syekh Mahfud Tremas.

Sepulang ke Indonesa, keduanya mendirikan organisasi yang kini menjadi dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yang menaungi ratusan juta umat Islam di Indonesia. Barakallah fi umrikum.


Komentar Pembaca