Dirjen Perkeretaapian Stop Proyek Rel Ganda di Bogor

Daerah  SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 09:15 WIB

Dirjen Perkeretaapian Stop Proyek Rel Ganda di Bogor

Proses pencarian korban yang tertimbun material longsoran

MoeslimChoice | Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk menghentikan sementara proyek pembangunan rel ganda di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pascainsiden longsor, Sabtu (15/11/2019), yang menewaskan dua pegawai proyek.

"Saat ini, pekerjaan pada pembangunan jalur baru untuk sementara dihentikan. Tetapi, longsoran tidak menutup jalur operasional, perjalanan kereta tidak terganggu dan aman terkendali," kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Achyar Pasaribu, melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Bogor, Jabar, Minggu (17/11/2019).

Menurut Achyar, pihaknya terus berkoordinasi dengan polsek, puskesmas, dan rumah sakit untuk pemulihan para korban yang membutuhkan penanganan medis.

Ia menyebutkan, Kemenhub dan PT Hapsaka Mas sebagai pelaksana proyek siap menanggung biaya pengobatan dan pemakaman korban yang meninggal dunia.

"Kami menyampaikan duka dan bela sungkawa kepada keluarga korban," ujar Achyar.

Sebanyak lima orang tertimbun tanah longsor di lokasi pembangunan jalur ganda Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Sabtu (15/11/2019).

"Sekitar pukul 08.00 WIB di kilometer 19/900 Desa Watesjaya telah terjadi tanah longsor di lokasi pembangunan double track saat pekerjaan retaining wall di tebing dengan tinggi sekitar sembilan meter," kata Camat Cigombong Basrowi kepada wartawan di Bogor.

Ia menyebutkan, lima orang yang tertimbun itu merupakan pekerja proyek double track dari PT Hapsaka Mas.

Dua di antaranya, Muhamad Hanapi (30) dan Tri Wisnu Mukti (34), dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya —Sarpin alias Kiswanto (30), Sukardi (44), dan Parjo— dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi dalam kondisi selamat.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 07.00 WIB sebanyak delapan pekerja tengah melakukan pekerjaan retaining wall di tebingan dengan tinggi sekitar sembilan meter. Kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB tiba-tiba tebing longsor.

"Empat orang pekerja bisa melarikan diri, dan empat orang pekerja lainnya tertimbun. Tapi setelah dilakukan pencarian dengan alat berat ditemukan ada lima orang. Tiga selamat, dua meninggal," tuturnya. [yhr]


Komentar Pembaca