Menag Fachrul Razi Ajak Teladani Rasul kepada yang Beda Keyakinan

Nasional  SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 06:55 WIB | Ilham Akbar

Menag Fachrul Razi Ajak Teladani Rasul kepada yang Beda Keyakinan

MoeslimChoice | Sifat Rasulullah SAW harus diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selama hidupnya, Rasulullah telah mencontohkan sifat mulia yang dapat dijadikan suri tauladan di kehidupan. Salah satunya adalah bagaimana berperilaku baik dan menunjukkan rasa kasih sayang antarmanusia, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan.

Hal itu disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1441 H yang diselenggarakan Unsyiah di pelataran Masjid Jamik Darussalam, Banda Aceh, Minggu, 17/11/19.

Menag mengambil contoh sifat Rasul yang lembut dan ramah kepada wanita Yahudi yang kerap menghinanya. Rasulullah tidak menaruh dendam, bahkan memuliakan wanita Yahudi saat membutuhkan pertolongan. Sikap inilah yang menurut Fachrul Razi harus banyak diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyinggung bagaimana kuatnya prinsip Rasulullah selama hidupnya. Rasul selalu berani menunjukkan kebenaran, walaupun ia kerap mengalami cemoohan dan hinaan. Prinsip ini layak diteladani oleh para pemimpin di dunia.

“Nabi Muhammad selalu menunjukkan kebenaran dan itu sangat penting, setidaknya menangkal isu miring yang beredar,” ujar Fachrul dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Menag sendiri pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Teknik Unsyiah.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal mengatakan, peringatan maulid tersebut dilaksanakan untuk merenungi kembali cara Rasulullah hidup, bersikap, beribadah, dan cara beliau bermuamalah. Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW dikenal sangat jujur, bijaksana, penyayang, namun tetap tegas pada kekafiran.

Sayangnya, akhlak mulia ini tidak mudah diwariskan. Bahkan saat ini, sangat sulit menemukan orang yang berakhlak mulia.

“Fakta menunjukkan orang pintar semakin banyak, tapi orang berakhlak mulia semakin berkurang," jelas Prof Samsul.

Di kesempatan yang sama, ia juga menyinggung kekerasan, terorisme, dan radikalisme yang kerap dikaitkan dengan umat Islam. Semakin dekat seseorang dengan Islam, seolah-olah semakin cenderung orang tersebut menjadi kasar dan radikal. Padahal tuntunan Alquran justru sebaliknya.

“Terlepas dari rencana pihak luar yang menempelkan prototype negatif bagi Islam, kita semua idealnya harus berusaha mempraktikkan akhlak Islam yang sesungguhnya,” ujar Rektor.

Peringatan maulid tersebut turut dimeriahkan dengan ceramah maulid dari Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Tgk. Abdul Manan. Hadir pula Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah; Ketua Ikatan Alumni Unsyiah (IKA), Sulaiman Abda; Pangdam Iskandar Muda, Jenderal TNI Teguh Arief Indratmoko; ulama dari berbagai dayah di Aceh dan para masyarakat sekitar kampus Unsyiah.


Komentar Pembaca