Bongkar Paksa Portal Sungai Turi, Oknum Masyarakat Langgar Keputusan Pengadilan

Berita  MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 | 18:50 WIB

Bongkar Paksa Portal Sungai Turi, Oknum Masyarakat Langgar Keputusan Pengadilan

Pembongkaran portal Sungai Turi oleh oknum masyarakat/ist

Moeslimchoice | Portal dan barrier Jalan Sungai Turi di Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang dibongkar paksa oleh sekelompok warga masyarakat. Tindakan tersebut dinilai melanggar keputusan Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam putusan inkrah, Pengadilan Negeri Tangerang menetapkan lahan di bantaran Sungai Turi tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Dalam putusan No 2506/Pidsus/2018, pengawasan jalan bantaran kali Sungai Turi diserahkan ke Pemkab Tangerang dan dikembalikan sesuai fungsinya.

Pembongkaran portal dan barrier yang sebelumnya dibuat Dit. Reskrimsus Polda Metro Jaya terkait laporan Pemkab Tangerang ini dilakukan sekitar 100 orang. Selain warga setempat, ada beberapa yang mengaku sebagai wartawan.

Celakanya, kehadiran beberapa petugas keamanan dari kepolisian dan TNI yang berada di lokasi pun tidak digubris oleh oknum yang nama-namanya telah dikantongi identitasnya itu.
Kapolsek Pakuhaji AKP M. Isa Ansori membenarkan adanya pembongkaran jalan tersebut oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat dan wartawan di Banten.

“Iya hari ini (Sabtu, 16/11/19) portal dibongkar oleh masyarakat yang didampingi oleh orang yang mengaku komunitas wartawan Banten," kata Isa saat dalam keterangan tertulisa yang diterima redaksi, Minggu (17/11/19).

Menurut Kapolsek, pihaknya tidak pernah menerima informasi dari siapapun atas adanya aktivitas pembongkaran yang status hukumnya telah inkrah ini.

"Yang jelas ini tidak ada pemberitahuan ke Polsek, ke Camat dan Kepala Desa. Tidak ada pemberitahuan, tau-tau kita sampai sudah dibongkar," ujarnya.

Atas kejadian ini, lanjut Kapolsek, pihaknya akan menggali informasi terkait dalang dibalik pembongkaran portal tersebut.

"Sudah pasti akan ada penyelidikan. Yang melakukan pembongkaran sudah kami data dan akan dilakukan pendalaman," tukasnya.  

Sementara itu PJS Kepala Desa Laksana Faisal mengatakan, pihaknya tidak menerima laporan ihwal adanya pembongkaran portal dan barrer Jalan Sungai Turi tersebut.
 Atas pembongkaran portal dan barrier, termasuk papan pemberitahuan yang telah dipasang, pihaknya akan berkoordinasi ke Pemkab.

"Karena tidak ada pemberitahuan dan ini kan masih dalam pengawasan Pemkab," pungkasnya.[zul]


Komentar Pembaca