Ridwan Kamil Egois, Anggaran Miliaran Kolam Renang Bukan Kebutuhan Warga Jabar

Daerah  MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 | 14:55 WIB

Ridwan Kamil Egois, Anggaran Miliaran Kolam Renang Bukan Kebutuhan Warga Jabar

MoeslimChoice | Proses revitalisasi Gedung Sate, serta pembuatan kolam renang di Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Jabar (Bale Pakuan), yang menggelontorkan anggaran miliaran rupiah masih mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Pengamat politik Adiyana Slamet mengatakan, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat diminta jangan mementingkan ego diri sendiri dalam menggunakan anggaran daerah.

"Pak Ridwan Kamil ini jangan terlalu memperlihatkan egosentris bahwa kepentingan (bikin) kolam renang untuk kesehatan. Tapi harus juga melihat konteks anggaran itu pada hal yang paling prioritas," kata Adiyana, Sabtu (16/11).

Menurutnya, anggaran untuk revitalisasi Gedung Sate dan Bale Pakuan bukan sebagai kebutuhan dasar warga Jabar. Sebagaimana diketahui, total anggaran 76 milyar lebih. Anggaran tersebut digunakan untuk Taman gedung sate sebesar Rp 71,836 milyar. Serta kolam renang, taman dan air mancur di Gedung Pakuan sebesar Rp 4,356 milyar.

"Anggaran sebesar Rp 76 milyar itu bukan kebutuhan dasar rakyat. Hngga anggaran miliaran untuk membangun taman Gedung Sate dan kolam renang di Gedung Pakuan itu adalah sesuatu hal yang mengesampingkan kebutuhan-kebutuhan rakyat Jawa Barat di 27 kabupaten/kota. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan itu," tegas Adiyana.

Adiyana juga menyatakan, ada baiknya Ridwan Kamil lebih peka terhadap kebutuhan dasar rakyat Jabar, ketimbang sekadar memikirkan estetika yang sampai menggelontorkan dana miliaran rupiah ini.

"Seharusnya gubernur melihat konteks kebutuhan masyarakat Jawa Barat seperti apa, adakah programnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat atau tidak. Bisa nggak pak Ridwan Kamil meminimalisir ego pribadi," jelasnya.

Pesan politik yang ingin disampaikan Adiyana adalah, Gubernur Jabar menafikkan kondisi masyarakat Jawa Barat. Misal di Kabupaten Sumedang, masih ada masyarakat yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya pun sudah susah. Sementara di Tasikmalaya masih ada sekolah yang ambruk.

"Kalau dia mau jadi pemimpin harus siap jadi pelayan masyarakat, apapun diberikan pada masyarakat. Terlebih anggaran APBD yang tidak sedikit," pungkas Adiyana.


Komentar Pembaca
Democracy Award: Ketua Mpr Ri, Bambang Soesatyo
Jusuf Kalla: Terimakasih Majalah Moeslim Choice
Panen Koruptor di Jawa Barat

Panen Koruptor di Jawa Barat

Sabtu, 14 Desember 2019 | 21:44