Kemenag Gelar Olimpiade Sain dan Karya Inovasi Mahasiswa PTKI 2019

Pendidikan  JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 15:20 WIB

Kemenag Gelar Olimpiade Sain dan Karya Inovasi Mahasiswa PTKI 2019

foto/net

Moeslimchoice. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag menggelar Olimpiade Sain dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI-PTKI). Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini dibuka oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, di Rumah Dinas Walikota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/11). 

MC Award 2

Hadir, Pejabat Walikota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb, sejumlah Rektor PTKIN, pejabat UIN Alauddin Makasar, Kepala Kemenag Kab/Kota se-Provinsi Sulawesi Selatan, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN se-Indonesia, dan peserta Olimpiade Sain dan Karya Inovasi (OSKI) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

"Penyelenggaraan OSKI antar perguruan tinggi keagamaan Islam ini merupakan buah kebijakan transformasi kelembagaan PTKI. OSKI menjadi jawaban atas distingsi PTKI atas perguruan tinggi umum lainnya," tegas Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, di Makassar. 

Menurut guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, ada tiga alasan kebijakan transformasi kelembagaan PTKIN. Pertama, dunia perguruan tinggi di Indonesia membutuhkan sarjana dengan dua keahlian akademik, bidang keislaman dan saintek. 

"Idealnya, perguruan tinggi keagamaan Islam membutuhkan sosok luaran semisal Ibnu Sina, yang ahli di bidang kedokteran juga ahli di bidang keislaman, Al-Khawrizmi yang ahli di bidang Matematika juga ahli di bidang disiplin keislaman, dan sejumlah tokoh-tokoh lainnya," ungkapnya lebih lanjut. 

Alasan kedua, transformasi kelembagaan dari IAIN ke UIN memiliki fokus ke integrasi keilmuan. Integrasi keilmuan ini menjadi core bussines-nya fakultas atau prodi-prodi rumpun sain dan teknologi pada UIN atau IAIN. PTKI didorong untuk mampu membangun relasi yang baik antara Islam dan ilmu pengetahuan (sain). 

"Relasi Islam dan ilmu pengetahuan ini dalam dunia kesarjanaan cenderung masih belum tuntas, sehingga diperlukan penguatan world view (pandangan dunia), kerangka metodologi, dan aksi-aksi nyata atas integrasi keilmuan dengan baik. Dalam konteks ini, kami ingin mendorong dunia PTKI mampu berkontribusi terhadap dinamika relasi Islam dan ilmu pengetahuan ini," ungkap Arskal.

Alasan ketiga, menurut Arskal Salim, PTKI diharapkan menjadi kiblat destinasi studi-studi keislaman dunia, termasuk di bidang sain dan teknologi. 

"Institusi PTKI harus bisa menjadi lokus bagi masyarakat dunia untuk menempa ilmu pengetahuan keislaman dan sain sekaligus," tandasnya. [mel]


Komentar Pembaca