Positif Bodong, OJK Laporkan Kampoeng Kurma ke Bareskrim

Ekonomi Syariah  JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 13:20 WIB

Positif Bodong, OJK Laporkan Kampoeng Kurma ke Bareskrim

Ilustrasi

MoeslimChoice | Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Satgas waspada investasi, telah menghentikan kegiatan investasi perkebunan ilegal Kampoeng Kurma.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, menjelaskan, penghentian ini sebenarnya telah diumumkan sejak 28 April 2019.

"Satgas telah menghentikan karena diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari pihak berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Untuk itu kami mendorong agar korban segera membuat laporan kepada Kepala Kepolisian RI," kata Tongam dalam siaran persnya, Jumat (15/11/2019).

Dia mengungkapkan, sebelum diumumkan pada 28 April, pengurus Kampoeng Kurma telah diundang dalam rapat Satgas Waspada Investasi, namun Kampoeng Kurma tidak hadir.

Dalam rapat tersebut, diperoleh konfirmasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, bahwa Kampoeng Kurma tidak memiliki izin usaha untuk melakukan kegiatan investasi perkebunan.

Tongam menjelaskan, Kampoeng Kurma melakukan perdagangan yang tidak bisa dibenarkan, karena skema perdagangan hanya dapat dilakukan dengan cara cash and carry, bukan investasi.

"Satgas sudah mengajukan pemblokiran situsnya kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Selain itu, Satgas juga telah melaporkan Kampoeng Kurma kepada Bareskrim Polri," kata Tongam.

Skema bisnis Kampoeng Kurma adalah menawarkan investasi unit lahan pohon kurma dengan skema 1 unit lahan seluas 400-500 m2 ditanami 5 pohon kurma dan akan menghasilkan Rp 175 juta per tahun.

Selanjutnya, pohon kurma mulai berbuah pada usia 4 - 10 tahun dan akan terus berbuah hingga usia pohon 90-100 tahun.

Menurut Tongam, modus seperti itu tidak rasional karena menjanjikan imbal hasil tinggi dalam jangka waktu singkat, tidak ada transparansi terkait penggunaan dana yang ditanamkan, dan tidak ada jaminan pohon kurma yang ditanam tersebut benar tumbuh/tidak mati/tidak ditebang oleh orang lain. [yhr]


Komentar Pembaca