Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Tentang Sumsel  KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 | 12:38 WIB | Rahmad Romli

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

MOESLIMCHOICE. Langit Kota Palembang langsung terasa sejuk dan suasana mendung pun datang. Tak lama kemudian turun hujan membasahi Kota Palembeng.

Suasana itu seakan menunjukkan kalau umat Islam di Kota Palembang tengah berduka usai mendengarkan kabar kalau Ustadz Ahmad Taufik Hasnuri telah wafat pada pukul 08.40 WIB.

Kabar tentang wafatnya ulama kondang Kota Palembang ini menyebar cepat ke seluruh warga kota baik lewat medsos seperti facebook, whatsapp, instagram maupun langsung dari perorangan.

Almarhum Ustad Taufik Hasnuri memang dikenal seluruh umat muslim di Kota Palembang dan Sumatera Selatan dengan dakwahnya yang kocak berbahasa Palembang.

Ustadz Taufik Hasnuri SPDI demikian dia sering menyebut. SPDI itu adalah kepanjangan Spesial Penceramah Daerah Ini (Palembang).

Penyakit ginjal yang dialami almarhum sudah berlangsung sejak 1 tahun 9 bulan lalu. Meski demikian almarhum tetap semangat menjalankan dakwahnya.

"Berdakwah itu suatu ladang ibadah yang besar," kata Ustad Taufik Hasnuri saat di kediamannya, sebelum wafat.

Menurutnya, walapun hanya satu kalimat jika bermanfaat untuk orang banyak ia tetap harus disampaikan. Penyampaiannya bisa melalui medsos, youtube, instagram, tulisan dan lain-lain.

"Karena kondisi saya yang seperti ini kalau ada yang ngundang kalau dekat-dekat saja saya terima. Tapi kalau yang jauh-jauh tidak saya terima," ungkapnya.

Menurutnya, kalau jarak antara turun dari mobil ke acara tidak jauh ia masih bisa. Tapi kalau jalanya jauh tidak bisa ia terima, sebab kalau jalan jauh mengas.

"Penyakit saya ini agak berat, sakit ginjal. Alhamdulillah meskipun sakit tapi ada obatnya. Ginjal ini akibat darah tinggi, jadi yang dikonsumsi juga obat darah tinggi," bebernya.

Ustad Taufik pun juga mengatakan, bahwa untuk dikeluarganya tak ada riwayat yang sakit ginjal. Namun kalau riwayat darah tinggi banyak dikeluargnya.

"Saya tahu kalau saya sakit ginjal itu sejak 1 tahun 9 bulan. Sejak saat itu saya rutin berobat dan minum obat serta mengurangi makan makanan yang mengandung garam," ungkapnya.

Selama masa penyembuhan seluruh ulama dan warga Kota Palembang ikut mendoakannya. Bahkan doa itu dipimpin langsung Ustadz Abdul Somad (UAS) pada perayaan Maulid Akbar Maspuroh di Benteng Kuto Besak (BKB) pada 1 November lalu.

Bahkan sebelum wafat, ustadz Taufiq sempat menyampaikan pesan terkahir kepada para ulama di Sumsel.

"Beliau menyampaikan kepada para ulama untuk tetap berdakwah dengan baik. Saya mungkin tidak lagi bisa berdakwah. Kalimat itu yang jadikan kami sangat sedih dan mudahan  amanat ini jadi kekuatan untuk kami selama sehat untuk berdakwah dan berbuat baik," kata Ustadz Solihin Hasibuan menirukan kalimat yang disampaikan Ustadz Taufiq semasa hidup kepada para ulama.

Ustadz Solihin yang hadir di rumah duka menyampaikan rasa dukanya. "Kami sangat sedih, sangat kehilangan, bahkan sejak beliau sakit kami sudah merasa kehilangan," katanya.

Dia berdoa semoga Allah melapangkan barzahnya dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Sosok almarhum semasa hidup dikenal sosok yang bersahaja. Tak hanya masyarakat Palembang bahkan masyarakat diluar Sumsel banyak yang mengidolakan almarhum dalam bertausyiah dan berdakwah.

Sementara Ustadz Abdul Somad (UAS) mengatakan, Ustadz Taufik Hasnuri adalah salah satu ulama besar di Kota Palembang. Semoga penyakit yang dideritanya menjadi ladang pahala baginya.

Sesuai jadwal, usai disholatkan di rumah duka di Jalan KH Azhari, Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan SU II selanjutkan jenazah almarhum juga akan di sholatkan di Masjid Agung Palembang.

Selanjutnya dibawa ke Desa Gelebek Dalam Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin untuk dimakamkan setelah Sholat Ashar. [rhd]


Komentar Pembaca