Mahfud MD: Deradikalisasi Perlu Diperkuat

Polhukam  KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 | 06:55 WIB | Warni Arwindi

Mahfud MD: Deradikalisasi Perlu Diperkuat

MoeslimChoice | Menanggapi aksi bom bunuh diri di markas Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan pelaku terorisme mengalami perluasan subjek pelaku. Dengan begitu, program deradikalisasi perlu diperkuat, diperluas.

Mahfud menjelaskan jika dulu teror dilakukan oleh laki-laki dewasa, kini melibatkan ibu-ibu. Dia mencontohkan kasus Menkopolkam sebelumnya Wiranto, juga kasus di Sibolga dan Sidoarjo. Kemudian, lanjutnya, di Surabaya bom bunuh diri dilakukan pelaku bersama anak.

Mahfud MD menyebut, dalam aksi di Medan masih ada satu pelaku lagi yang masih dalam tahap pengejaran. Namun, belum jelas apa hubungan pelaku aksi dengan yang masih dikejar itu.

“Dari sudut kuantitatif 2017 dan 2018 jauh lebih tinggi dari 2019. Artinya, tingkat antisipasi sudah oke. Tapi sekarang terjadi perluasan subjek,” kata Mahfud di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 13/11/19.

Perluasan subjek yang menambah kategori pelaku dengan melibatkan isteri dan anak itu, kata Mahfud, berarti kualitasnya semakin meluas. "Mengerikanlah. Tapi kuantitasnya menurun. Berarti tingkat antisipasi dari aparat keamanan dan intelijen sudah cukup. Ya perlu ditingkatkan,” jelas Mahfud soal antisipasi menghadapi potensi terorisme.

Di sisi lain Mahfud menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu menyebarkan gambar-gambar yang mengerikan dari bom bunuh diri di Medan. “Itu yang dikehendaki teroris agar fotonya tersebar. Kalau mau bahas materi tidak apa-apa tapi kalau gambar jangan. Membuat kesan bangsa kita yang beringas dan bar-bar," ujar Mahfud.


Komentar Pembaca