Siap-siap! Larangan Rokok Elektrik Segera Keluar

Kesehatan  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 | 21:56 WIB | Warni Arwindi

Siap-siap! Larangan Rokok Elektrik Segera Keluar

MoeslimChoice | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan larangan konsumsi vape dan rokok elektrik lantaran hasil kajian menunjukkan bahaya bagi kesehatan. Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantoni menginginkan masyarakat tidak mengkonsumsi vape demi kesehatan.

Dia menuturkan, diskusi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) itu juga mengarah pada pelarangan vape. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy juga setuju dengan wacana pelarangan penggunaan rokok elektrik bila dianggap membahayakan bagi kesehatan.

"Dari awal statementnya kita adalah melarang. Pelarangan bukan pembatasan, kita tuh ngmong pelarangan konsumsi vape atau rokok elektrik di Indonesia," kata Anung kepada wartawan di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 12/11/19.

Anung bilang, posisinya adalah rekomendasi melarang. "Kalau kemudian nanti BPOM  yang punya otoritas untuk melakukan pelarangan sebuah produk tentu adalah yang baik," ujarnya.

Sedangkan Muhadjir menyatakan persetujuannya merupakan tanggapan terhadap usulan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), karena menemukan sejumlah zat berbahaya bagi kesehatan di cairan rokok elektrik. "Itu sebenarnya waktu saya masih menjadi Mendikbud, sudah banyak yang komplain supaya dilarang," ucap Muhadjir di Istana Negara, Senin, 11/11/19.

Sebelumnya, Ketua Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P. (K) menjelaskan sifat iritatif dan oksidatif yang dihasilkan oleh kandungan menjadi alasan rokok elektrik ini berbahaya.

"Uap yang dihasilkan oleh rokok elektrik mengandung partikel halus seperti halnya asap yang dibakar oleh rokok konvensional yang dikenal sebagai particulate matter (PM). Partikel halus itu bersifat toksik merusak jaringan atau bersifat iritatif," kata Agus, Kamis (7/11/2019) lalu.

Nah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyatakan keberadaan rokok elektronik saat ini adalah ilegal. Namun BPOM tidak bisa melakuan penindakan karena tidak ada payung hukumnya.

"Harus ada payung hukumnya: Karena mengandung nikotin dan berbahaya," ujarnya.


Komentar Pembaca