BNI Syariah Luncurkan Hasanah Card Versi Sawah Lunto

Ekonomi Syariah  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 | 16:44 WIB | Natasha

BNI Syariah Luncurkan Hasanah Card Versi Sawah Lunto

Launching Hasanah Card BNI Syariah versi Sawah Lunto/nat

Moeslimchoice |  BNI Syariah resmi luncurkan Hasanah Card versi Sawah Lunto. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah daerah Sawah Lunto, Sumatera Barat yang ingin menuju ke Kota Wisata Tambang Batubara pada tahun 2020.

MC Award 2

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menyatakan keputusan untuk menerbitkan Hasanah Card versi Sawah Lunto ini didasarkan pada dua hal.

"Dengan meluncurkan Hasanah Card, artinya kita membangun kerja sama dengan Pemda (pemerintah daerah) dan mastercard. Di sisi lain,  kita memberikan solusi bagi semua sektor di halal industri. Ya Halal Food,  ya Halal Travel, serta ntuk meningkatkan potensi halal industri secara keseluruhan," kata Firman saat acara launching Hasanah Card versi Sawah Lunto di JCC Jakarta, Selasa (12/11/19).

Firman memaparkan potensi halal industri di Indonesia sangat besar. Potensi Islamic Finance adalah 82 miliar Dollar Amerika,  potensi halal food adalah 170 miliar Dollar Amerika,  Modest Fashion adalah 20 miliar Dollar Amerika,  Halal Travel adalah 10 miliar Dollar Amerika,  Halal Farmasi dan Kosmetik juga 10 miliar Dollar Amerika serta Halal Education senilai 12 miliar Dollar Amerika.
 
Hal lainnya adalah momentum, yang bertepatan dengan penganugerahan Sawah Lunto sebagai World Heritage dari UNESCO.

"Momennya juga tepat dengan penganugerahan World Heritage. Kita membangun awareness dan sekaligus mengajak mereka ke sana dengan menggunakan pembiayaan yang hasanah," ucap Firman lebih lanjut.
 
Terkait kepemilikan Hasanah Card,  Pemimpin Divisi Bisnis Kartu Pembiayaan BNI Syariah Endang Rosawati menyebutkan sudah mencapai 367 ribu pemegang kartu.

"Outstanding per September 2019 itu sekitar Rp360 miliar dan volume transaksi Rp868 miliar. Kepemilikannya masih 40 persen di Jakarta. Sisanya menyebar di kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar," kata Endang.

Saluran pembiayaan terbesar, menurutnya masih pada area travel, yaitu 30 persen.

"Untuk target kartu pembiayaan tahun depan, kita prudent aja. Melihat perkembangan ekonomi. Jadi, naik sekitar 13-15 persen," pungkasnya. [zul]


Komentar Pembaca