Warga Pacitan Ini Tolak Bantuan Rehab Rumah, Kenapa?

Daerah  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 | 09:30 WIB

Warga Pacitan Ini Tolak Bantuan Rehab Rumah, Kenapa?

Rumah joglo milik Tohir dan perabot kuno yang tetap dipertahankannya

MoeslimChoice | Bak pepatah “Rumahku Istanaku”, semacam begitu jualah kalimat yang meluncur dari Tohir (65), warga Dusun Nyemono, Desa Plumbungan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Bagi mata sebagian orang di zaman milenial, kondisi rumah Tohir pasti bakal dibilang “jadul” bin kuno.

Padahal, menurut Tohir, kondisi rumahnya itu, yang terbuat dari kayu jati dan akasia, sangatlah bagus dan berkarakter.

Ia mengaku tidak mau terpengaruh pada kecenderungan zaman atau trend. Ia bersikukuh dengan pendiriannya, mempertahankan model rumah adat joglo Jawa Timur itu. Semuanya demi mempertahankan keasrian Jawa agar tak hilang tergerus zaman.

Saat ditemui Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Tohir menjelaskan, ia menolak rumahnya yang masih model lama ini diubah jadi rumah tembok. Ia justru suka dengan rumah yang 100% dari kayu.

"Dulu pernah ditawari mau direhab jadi rumah tembok. Tapi saya menolak. Kenapa? Karena, bagi saya, rumah ini sangat aman dan nyaman. Apalagi zaman sekarang kan jarang rumah joglo dari kayu," ucapnya, Selasa (12/11/2019).

Keadaan rumah joglo kayu milik Tohir itu memang masih menyimpan sejumlah keunikan. Antara lain, keberadaan patung kepala rusa Jawa, ukiran-ukiran Jawa Kuno, empat kamar tidur, serta lemari kuno yang banyak dicari kolektor.

"Semua masih saya rawat utuh. Kalaupun ada yang menawar untuk membeli, gak akan kukasih, berapapun harganya,” kata Tohir.

Konon, rumah ini dibangun pada tahun 1965. Hingga kini, semua materialnya masih utuh, belum ada yang diganti. [yhr]


Komentar Pembaca