Sumsel Alami Suhu Terpanasnya Dalam 30 Tahun Terakhir

Tentang Sumsel  SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 13:58 WIB | Rahmad Romli

 Sumsel Alami Suhu Terpanasnya Dalam 30 Tahun Terakhir

MOESLIMCHOICE. Dalam beberapa hari ini, cuaca di Provinsi Sumatera Selatan terbilang sangat panas atau diatas rata-rata dalam kurun 30 tahun. Suhu panas ini berlangsung sejak tanggal 6 November lalu dan diperkirakan akan mereda pada Selasa (12/11) besok.
 
Berdasarkan informasi yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya angin dari arah Timur–Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/Jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutbunla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

MC Award 2

Sumber dari LAPAN pada hari ini Senin (11/11) tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni pada wilayah Banyuasin I, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran, Kayu Agung, Cengal dan Pematang Panggang umumnya meningkat pada pagi hari (04.00-08.00 WIB). Hal ini dikarenakan labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut

Fenomena asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna oranye/merah pada pagi/sore hari, hal ini berpotensi memburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi (partikel basah/uap air) sehingga membentuk fenomena Kabut Asap (Smog) yang umumnya terjadi pada pagi hari.

Jarak pandang terendah pada hari ini berkisar hanya 1500-2000 m dari jam 06.00-07.00 WIB dengan Kelembapan pada saat itu 76-77 persen. Namun cuaca ekstrim ini tidak berdampak pada penerbangan di Bandara SMB II Palembang.

Suhu udara rata-rata dalam satu minggu ini mencapai 30°C sedangkan suhu udara pada siang hari mencapai 36,8°C atau 3°C diatas normal.

Sementara suhu normal rata-rata di Sumsel selama 30 tahun ini adalah 27°C dan suhu maksimum normal adalah 32°C.

Meningkatnya suhu cuaca ini disebabkan karena posisi Matahari yang masih berada di sekitar ekuator dan efek dari GRK (Gas Rumah Kaca) akibat masih adanya asap akibat aktifitas Karhutla.

Penurunan cuaca sendiri akan terjadi Selasa (12/11) seiring melemahnya Badai Tropis Nakri dan adanya Pusat Tekanan rendah di Samudera Hindia mengakibatkan adanya munculnya Borneo Vorteks (Sirkulasi Kalimantan). Kondidi ini membuat masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel  akan menyebabkan potensi hujan pada 12-15 November di wilayah Sumsel dengan kriteria hujan sedang-lebat.

Untuk wilayah yang bakal diguyur hujan adalah Kabupaten Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Kota Prabumulih.
Kemudian Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten Muba, Musi Rawas, Muratara, Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Empat Lawang dan Kota Pagaralam.

Sedangkan kriteria hujan ringan akan terjadi di wilayah Kabupaten OKU Timur, Ogan Ilir, dan Kabupaten OKI.
 
BMKG Sumsel menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) seiring potensi adanya partikel udara kering di udara (asap) dan menurunnya jarak pandang.

Mengantisipasi hal ini Gubernur Sumsel juga telah mengambil respon cepat dengan memperpanjang status satgas Karhutla Sumsel Sampai 1 Desember mendatang.

Perpanjangan status tersebut disepakati Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dam Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri serta Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), usai Ia rapat Bersama FKPD Prov Sumsel Dan Satgas Karhutla terkait Penanganan Karhutla di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (8/11) pagi.

“Kondisi kering karena adanya tiga siklon tropis inilah, dampaknya semua uap air yang ada disekitar ini tertarik ke Utara semua, menjadikan anomali cuaca khususnya Selatan equator. Potensi prakiraan hujan berada di Februari hingga Maret,” ungkapya  

Terkait laporan dari BMKG tersebut, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan, Pemprov Sumsel bersama Forkompinda membuat keputusan untuk memperpanjang lagi status satgas karhutlah dengan tenggat waktu 20 hari sampai dengan tgl 30 hari Kedepan.

“Kemarin tempratur di Provinsi Sumsel sempat pada level 36,8 Celcius berhawa panas, kemarau kering sehingga apapun tumbuhan menjadi kering dan lebih mudah tersulut api. Terimakasih pemikiran dan kerja keras yang sudah sangat  maksimal,” tuturnya

Terkait dengan pendanaan, Gubernur HD memastikan Pemprov Sumsel siap dan tidak tanggung-tanggung sehingga hasilnya dapat sesuai yang di harapkan. [rhd]

 


Komentar Pembaca