Perkara Siswa Tinggal Kelas Berlanjut di PN Jaksel

Pendidikan  SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 10:33 WIB

Perkara Siswa Tinggal Kelas Berlanjut di PN Jaksel

Ilustrasi

MoeslimChoice | Sidang perkara gugatan orangtua murid kepada pihak sekolah, SMA Kolese Gonzaga, Jakarta, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019), dengan agenda pemanggilan kedua pihak sekaligus menunjuk hakim mediator.

"Betul. Pagi ini sidang ketiga sebagai lanjutan sidang sebelumnya," kata Edi Danggur, kuasa hukum dari Sekolah Kolese Gonzaga, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Sidang dijadwalkan pukul 09.30 WIB, bertempat di ruang sidang pertama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Edi menjelaskan, ada beberapa agenda sidang yang digelar hari ini, yakni penunjukan hakim mediator oleh majelis hakim yang harus mendapat persetujuan dari penggugat dan tergugat.

Namun biasanya dalam praktik, kuasa penggugat dan tergugat menyerahkan kewenangan itu kepada majelis hakim.

"Hakim mediator yang ditunjuk biasanya yang tidak terlalu sibuk dengan perkara lain, maka hari ini hakim mediator bisa langsung memediasi penggugat dan para tergugat," kata Edi Danggur.

Sebelumnya, ramai diberitakan mengenai orangtua murid SMA Gongaza menggugat ke pengadilan karena anaknya tidak naik kelas.

Sejumlah pihak yang digugat adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru SMA Kolese Gonzaga, hingga Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Sidang perdana sebelumnya telah digelar Senin (28/10/2019), namun sidang ditunda karena pihak tergugat tidak hadir.

Sidang kembali digelar Senin (4/11/2019), namun ditunda lagi karena surat kuasa dari tergugat Disdik DKI Jakarta belum lengkap.

Orangtua murid, Yustina Supatmi, melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 833/Pdt.G/2019/PNJKT.SEL.

Gugatan tersebut perihal anak penggugat berinisial BB tidak naik kelas. Yustina menggugat secara perdata ke sejumlah pihak.

Dalam petitumnya yang dikutip di laman sipp.pn-jakarta selatan.go.id, pihak penggugat meminta majelis hakim menuntut dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya, menyatakan bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap penggugat.

Menyatakan keputusan para tergugat bahwa anak penggugat (BB) tidak berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 SMA Kolese Gonzaga adalah cacat hukum.

Menyatakan anak penggugat memenuhi syarat dan berhak untuk melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 di SMA Kolese Gonzaga.

Menghukum para tergugat untuk membayar ganti rugi secara tanggung renteng kepada penggugat, yakni ganti rugi materiil sebesar Rp 51.683.000, ganti rugi immateril sebesar Rp 500.000.000. [yhr]


Komentar Pembaca
Indonesia Akan Terapkan Hotel Syariah

Indonesia Akan Terapkan Hotel Syariah

Kamis, 21 November 2019 | 20:37

Selamat Jalan Pak Bahtiar Effendy

Selamat Jalan Pak Bahtiar Effendy

Kamis, 21 November 2019 | 15:35

Bunga untuk Veronica Tan

Bunga untuk Veronica Tan

Kamis, 21 November 2019 | 17:00