Medan Darurat Bangkai Babi

Daerah  SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 10:25 WIB | Warni Arwindi

Medan Darurat Bangkai Babi

MoeslimChoice | Hampir lima ribu ekor babi ternak (Sus domesticus) di Sumatera Utara mati akibat terserang hog cholera (kolera babi). Dampak negatifnya, bangkai babi itu dibuang ke sungai-sungai hingga mencemari aliran yang masuk ke Medan, ibu kota provinsi ini.

Sejauh ini belum ada laporan kolera babi ini menular ke manusia. Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahid, menegaskan bahwa virus tersebut hanya menular dari babi ke babi, tidak menular ke ternak lain atau manusia.

"Sampai saat ini virus tersebut hanya dari babi ke babi, belum ada laporan bisa menginfeksi ternak lain. Namun dengan adanya pembuangan bangkai babi ke sungai, maka akan terjadi pencemaran air yang bisa menimbulkan diare," ujar Alwi di Kantor BPBD Sumut, Minggu, 10/11/19.

Alwi mengharapkan agar bangkai yang telah dibuang ke sungai atau ke hutan agar segera dievakuasi. "Kami pun berharap agar bangkai babi itu segera dievakuasi dari sungai sehingga air aliran sungai tidak tercemar lagi, dan kemudian mengubur bangkai tersebut sehingga wabahnya tidak menimbulkan penyakit lain," imbaunya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengimbau para bupati/walikota agar cepat tanggap mengantisipasi penyebaran virus hog cholera. Para bupati/walikota diminta segera melapor ke Posko Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut jika menemukan ada kasus hog cholera di daerahnya.

"Para bupati/walikota kami mengimbau agar cepat tanggap menyikapi kasus ini, dan segera melaporkannya jika ditemukan kasus virus hog cholera babi di daerahnya masing-masing," tegas Edy.

Kepada warga juga diimbau agar tidak membuang bangkai babi ke aliran sungai karena itu melanggar Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

"Dilarang membuang ternak babi yang mati ke sungai atau ke hutan dan segera menguburnya. PPNS kita akan bekerja sama dengan kepolisian siap menindak siapa saja yang melanggarnya," ujar Edy.


Komentar Pembaca