Intermitten Fasting Paling Baik untuk Turun Berat Badan, Sekalian Saja Puasa Ayamul Bidh

Kajian  SABTU, 09 NOVEMBER 2019 | 01:25 WIB

Intermitten Fasting Paling Baik untuk Turun Berat Badan, Sekalian Saja Puasa Ayamul Bidh

Moeslimchoice | Istilah intermitten fasting beberapa waktu terakhir ini menjadi tren. Apalagi sejak penelitian menemukan bahwa jenis puasa ini ternyata cukup aman dan efektif untuk program penurunan berat badan baik jangka pendek maupun panjang.   

Meski tampaknya baru menjadi tren lagi sekarang, ternyata intermitten fasting sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Strateginya sederhana saja, yakni memundurkan waktu sarapan dan tidak makan sejak jam 19.00.  

Waktu Anda makan maka tinggal 12-16 jam saja alias intermitten, dengan setengah waktunya di malam hari akan Anda gunakan untuk tidur. Intinya adalah memendekkan waktu makan dan penyimpanan kalori maka hasilnya adalah penurunan berat badan.

Hasil penelitian lebih lanjut lebih meyakinkan ketika dibuktikan dengan perencanaan pilihan makanan yang baik dan rendah kalori, puasa jenis ini bisa bertahan baik untuk penurunan berat badan jangka pendek maupun panjang. 

“Tapi hati-hati karena jika tak menahan diri, pelaku intermitten fasting bisa membalas dendam saat waktu makan tiba,” kata Madelyn Fernstrom, PhD untuk ahli kesehatan dan nutrisi untuk NBC News.  
 
Satu hal yang menguntungkan sistem ini tak membuat tubuh kelaparan akan nutrisi yang dibutuhkan. Tapi hanya mengatur agar kita bisa makan dengan kesadaran penuh. 

Berikut beberapa kelebihan dari intermitten fasting: 
- Memahami kembali apa itu rasa lapar biologis, bukan lapar emosional. 
- Membuat tubuh lebih sadar apa arti kata  kenyang dan berhenti makan sebelum rasa itu datang. Mirip anjuran Rasulullah kan ? 
- Menghindari kebiasaan mengemil.  
- Membuat tubuh menerima sedikit rasa tak nyaman dari lapar dan menghargainya.  

Melihat betapa banyaknya manfaat dan kemiripan intermitten fasting dengan puasa yang umat Islam jalani sebagai ibadah, mungkin ada baiknya jika sekalian saja menjalankan puasa. 

Apalagi dua hari mendatang akan datang waktu untuk menjalankan puasa Ayamul Bidh atau puasa tengah bulan yang sangat dianjurkan untuk umat Islam karena nilai pahalanya. 

Pada bulan November ini puasa Ayamul Bidh akan jatuh pada tanggal 10, 11 dan 12 yang berarti berlangsung pada hari Ahad, Senin dan Selasa. Atau bertepatan dengan tanggal 13, 14 dan 15 Rabiul Awal. 

Ayyaamul bidh adalah bentuk jamak dari al-yaum yang berarti hari, sedangkan bidh artinya putih. Artinya adalah hari-hari putih di mana pada tanggal tersebut terjadi bulan purnama dengan sinar warna putih.

Dalam Islam, melaksanakan puasa puasanya ini, nilai sama dengan melaksanakan puasa sepanjang tahun. 

Rasulullah SAW bersabda, “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979).

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan). (TM)


Komentar Pembaca
Darahmologi

Darahmologi

05 Des, 2019 | 07:35

Muslimah Ibarat Batu Permata

Muslimah Ibarat Batu Permata

05 Des, 2019 | 06:20

Mu\'min Mantu

Mu'min Mantu

05 Des, 2019 | 04:41

Pembangunan Menyejahterakan Rakyat

Pembangunan Menyejahterakan Rakyat

04 Des, 2019 | 08:40

Tumpang Bawang

Tumpang Bawang

04 Des, 2019 | 06:20

Pajak Rajapaksa

Pajak Rajapaksa

03 Des, 2019 | 04:55