Gubernur Khofifah Terus Berinovasi Tingkatkan Ekonomi Syariah di Jatim

Ekonomi Syariah  JUMAT, 08 NOVEMBER 2019 | 18:50 WIB | Sunarya Sultan

Gubernur Khofifah Terus Berinovasi Tingkatkan Ekonomi Syariah di Jatim

Foto/net

Moeslimchoice | Sejumlah langkah dan inovasi untuk menggenjot ekonomi dan keuangan syariah di wilayahnya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Terkait hal tersebut, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jawa Timur adalah dengan menginisiasi program One Pesantren One Product (OPOP).

Disebutkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bahwa langkah ini tepat karena Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak, yakni lebih dari 6.000 pesantren.

"Kami sudah expo dua kali. Kami identifikasi ada 248 item (yang sudah terapkan OPOP)," tutur Khofifah ketika acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang berlangsung 6-9 November 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, program tersebut sudah dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020. Namun, agar program OPOP bisa berkembang lebih pesat, Khofifah mengakui butuh sinergi yang luar biasa serta pendampingan yang luas.

"Kami butuh improvement (perbaikan) dari berbagai lini agar OPOP bisa tumbuh besar menjadi ekonomi syariah Jawa Timur," ungkapnya.

Bukan hanya OPOP, Pemprov Jawa Timur juga merencanakan untuk membuat program Islamic Science Park. Agar program ini dapat berjalan, Khofifah mengaku sudah mempresentasikannya di hadapan pimpinan fraksi di DPRD Jawa Timur, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, hingga Presiden Joko Widodo.

Islamic Science Park, sambung dia, akan menjadi bagian dari Indonesia Islamic Science Park. Islamic Science Park pun diharapkan dapat menarik gravitasi ekonomi syariah dunia ke Indonesia.

Langkah lain adalah mempersiapkan Juleha, alias Juru Sembelih Halal. Dikatakan Khofifah, hal ini menjadi penting lantaran membangun ekonomi syariah tak hanya dari sisi keuangan syariah, tetapi juga memastikan proses penciptaan pangan halal dari hulu ke hilir.

Juleha tidak hanya untuk sapi, tetapi juga untuk ayam. Sebab, Khofifah mengaku menerima banyak laporan bahwa proses penyembelihan ayam tidak sampai ke syaraf induknya.

"Sehingga ini sebetulnya menjadi tidak sah. Karena disiram air panas, ayamnya mati. Akhirnya, menjadi bangkai," jelas Khofifah.

Dia juga menerangkan, Jawa Timur tengah berupaya menangkap potensi industri turunan pangan halal. Ini terkait protein hewani yang prosesnya halal.

"Di Jawa Timur pertumbuhan budi daya sapi per September 2019 tercatat 1,3 juta ekor. Provinsi lain tertinggi 300.000. Saya sampaikan ke Pak Mentan, kenapa tidak bikin industri turunan, tidak sekadar daging, tapi protein hewani?" tutup Khofifah.


Komentar Pembaca
Ustadz Taufik Hasnuri Hembuskan Nafas Terakhir

Ustadz Taufik Hasnuri Hembuskan Nafas Terakhir

BeritaKamis, 14 November 2019 | 09:44

Ustadz Taufik Hasnuri Dimakamkan di Kampung Halamannya

Ustadz Taufik Hasnuri Dimakamkan di Kampung Halamannya

Tentang SumselKamis, 14 November 2019 | 11:30

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Tentang SumselKamis, 14 November 2019 | 12:38

Warga Pacitan Ini Tolak Bantuan Rehab Rumah, Kenapa?

Warga Pacitan Ini Tolak Bantuan Rehab Rumah, Kenapa?

DaerahSelasa, 12 November 2019 | 09:30

Ironi Korban Penipuan First Travel, Uang Tak Kembali Aset Disita Negara
Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

KajianMinggu, 17 November 2019 | 20:55

Perilaku Ahok Wajib Diuji Sebelum Jadi Petinggi BUMN

Perilaku Ahok Wajib Diuji Sebelum Jadi Petinggi BUMN

NasionalMinggu, 17 November 2019 | 19:55

PBB Peringatkan Kekerasan di Bolivia Dapat Rusak Proses Demokrasi

PBB Peringatkan Kekerasan di Bolivia Dapat Rusak Proses Demokrasi

InternasionalMinggu, 17 November 2019 | 19:10

Bongkar Paksa Portal Sungai Turi, Oknum Masyarakat Langgar Keputusan Pengadilan
Fadjroel Klaim BPJS Kesehatan Tahun 2019 Disubsidi Hingga Rp 40 T