Waduh!!!! Sumsel Kembali Panas, Begini Dampaknya

Tentang Sumsel  JUMAT, 08 NOVEMBER 2019 | 15:59 WIB | Rahmad Romli

 Waduh!!!! Sumsel Kembali Panas, Begini Dampaknya

MOESLIMCHOICE. Dampak dari mundurnya curah hujan akibat Siklon Tropis NAKRI di Laut Cina Selatan dan Siklon Tropid Halong di Samudera Pasifik serta meningkatnya titik hotspot di sejumlah lokasi, membuat asap Karhutla di Sumsel beberapa hari terakhir kembali menebal.

MC Award 2

Melihat kondisi itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri serta Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), menegaskan kalau Satgas penanggulangan Karhutlah diperpanjang sampai 1 Desember.

“Kondisi kering karena adanya tiga siklon tropis inilah, dampaknya semua uap air yang ada disekitar ini tertarik ke Utara semua, menjadikan anomali cuaca khususnya Selatan equator. Potensi prakiraan hujan berada di Februari hingga Maret,” ungkap Gubernur usai rapat bersama FKPD Prov Sumsel dan Satgas Karhutla, Jumat (8/11).

Terkait laporan dari BMKG tersebut, Gubernur Herman Deru menegaskan, Pemprov Sumsel bersama Forkompinda membuat keputusan untuk memperpanjang lagi status satgas karhutlah dengan tenggat waktu 20 hari sampai dengan tanggal 30 hari Kedepan.

“Saya bersama Pangdam, Kapolda dan pasukan lainnya bahkan melibatkan kepala desa untuk tidak meninggalkan lokasi, kita memberangkatkan lagi satgas untuk melawan api ini. Keuangan pemprov akan siap jadi kita tidak bisa hanya mengandalkan dari pusat. Siaga darurat tetap se-Sumsel tapi untuk penurunan petugasnya difokuskan pada titik tertentu terutama di tiga Kabupaten OKI, OI dan Pali. Ini upaya kita bagaimana mencegah agar jangan sampai terjadi lagi,” tegasnya

Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada semua yang terlibat atas sumbang saran pemikiran, tenaga dan berkerja keras bersama dalam mengendalikan dan pencegahan Karhutlah di Provinsi Sumsel.

“Kemarin temperatur di Provinsi Sumsel sempat pada level 36,8 Celcius berhawa panas. Kemarau kering sehingga apapun tumbuhan menjadi kering dan lebih mudah tersulut api. Terimakasih pemikiran dan kerja keras yang sudah sangat  maksimal,” tuturnya

Terkait dengan pendanaan, HD memastikan Pemprov Sumsel siap dan tidak tanggung-tanggung sehingga hasilnya dapat sesuai yang di harapkan.  

“Saya minta juga BNPB tetap menempatkan alat,  jangan dulu dicabut agar tetap stay, semua pihak berkerja seperti sediakala dan semua telah menyatakan siap,” tegasnya.

Seperti diketahui, peningkatan kembali titik hotspot terjadi di beberapa daerah Provinsi Sumsel antara lain Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir dan Kabupaten PALI. [rhd]

 


Komentar Pembaca