Wapres: Khilafah Menyalahi NKRI

Polhukam  JUMAT, 08 NOVEMBER 2019 | 10:49 WIB

Wapres: Khilafah Menyalahi NKRI

Wapres Ma'ruf Amin

MoeslimChoice | Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menghadiri acara seminar sekolah peserta SESPIMTI Polri Dikreg ke-28 tahun 2019 di The Opus Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Dalam sambutannya, Ma'ruf Amin menjelaskan alasan mengapa khilafah ditolak di Indonesia.

Dia mengatakan, di Indonesia, khilafah bukan ditolak, tetapi tertolak. Sebab, menurut dia, khilafah itu menyalahi kesepakatan nasional.

"Kenapa tertolak? Kalau ditolak, itu bisa masuk tapi ditolak. Tapi, kalau tertolak, memang tidak masuk. Karena apa? Bukan karena Islami tidak Islami, tapi menyalahi kesepakatan nasional," kata Ma'ruf di hadapan peserta SESPIMTI Polri yang dihadiri 50 orang dari Polri, 4 orang TNI AU, 4 orang TNI AL, dan 4 Orang TNI AD.

Dia menjelaskan, hal tersebut adalah kesepakatan umat Islam yang harus dihormati. Sama seperti di Arab Saudi, khilafah kata dia sudah pasti tertolak. Sebab, kata dia, di sana sistem yang disepakati adalah kerajaan.

"Jadi, sebenarnya tidak perlu apa mententeng menceceng, gitu. Seperti mau perang Brata Yudha," ungkap Ma'ruf.

 

Menyalahi NKRI

Dia mengatakan, secara proposional sudah menjelaskan bahwa khilafah tertolak di Indonesia karena menyalahi kesepakatan, karena Indonesia adalah NKRI. Yang diartikan, kata dia, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kalau itu menjadi khilafah, maka menjadi tidak NKRI lagi. NKKHI. Negara Kesatuan Khilafah Indonesia," ungkap Ma'aruf.

Sebab itu, kata dia, semua pihak harus meluruskan pemahaman khilafah. Sebab, kata dia, bahwa Islam kita itu Islam kaffah, Islam yang utuh, tapi ada nifaqnya, ada kesepakatanya. Islam kaffah filnifaq, kata dia, yaitu kesepakatan nasional.

"Kesepakatan nasional menjadi penting untuk terus kita komitmen kebangsaan ini terus kita perkuat," ungkap Ma'ruf. [yhr]


Komentar Pembaca
Ustadz Taufik Hasnuri Hembuskan Nafas Terakhir

Ustadz Taufik Hasnuri Hembuskan Nafas Terakhir

BeritaKamis, 14 November 2019 | 09:44

Ustadz Taufik Hasnuri Dimakamkan di Kampung Halamannya

Ustadz Taufik Hasnuri Dimakamkan di Kampung Halamannya

Tentang SumselKamis, 14 November 2019 | 11:30

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Tentang SumselKamis, 14 November 2019 | 12:38

Warga Pacitan Ini Tolak Bantuan Rehab Rumah, Kenapa?

Warga Pacitan Ini Tolak Bantuan Rehab Rumah, Kenapa?

DaerahSelasa, 12 November 2019 | 09:30

Ironi Korban Penipuan First Travel, Uang Tak Kembali Aset Disita Negara
Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

KajianMinggu, 17 November 2019 | 20:55

Perilaku Ahok Wajib Diuji Sebelum Jadi Petinggi BUMN

Perilaku Ahok Wajib Diuji Sebelum Jadi Petinggi BUMN

NasionalMinggu, 17 November 2019 | 19:55

PBB Peringatkan Kekerasan di Bolivia Dapat Rusak Proses Demokrasi

PBB Peringatkan Kekerasan di Bolivia Dapat Rusak Proses Demokrasi

InternasionalMinggu, 17 November 2019 | 19:10

Bongkar Paksa Portal Sungai Turi, Oknum Masyarakat Langgar Keputusan Pengadilan
Fadjroel Klaim BPJS Kesehatan Tahun 2019 Disubsidi Hingga Rp 40 T