Waspadalah, Cara Jalan Menunjukkan Seberapa Cepat Proses Penuaan Anda

Kesehatan  JUMAT, 08 NOVEMBER 2019 | 02:35 WIB

Waspadalah, Cara Jalan Menunjukkan Seberapa Cepat Proses Penuaan Anda

Moeslimchoice | Islam bagaimanapun harus diakui sebagai agama yang banyak menyimpan kebijaksanaan luar biasa dalam ajarannya. Salah satunya adalah hikmah yang mungkin tak banyak orang sadari dari ibadah umrah dan haji. 

Mengapa dalam kedua jenis ibadah itu, sebagian besar dilakukan dengan berjalan kaki? Mulai dari thawaf, sa’i, perjalanan ke jamarat untuk melontar jumrah dan ke Mina. 

Ternyata berjalan kaki memang banyak manfaatnya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kecepatan berjalan kaki manusia sangat mempengaruhi seberapa cepat proses penuaan fisik dan mental. Bahkan pada mereka yang berusia muda.  

Mereka yang suka berjalan lambat-lambat harus waspada. Terutama memasuki usia 40 tahunan, cara berjalan seperti ini menunjukkan peningkatan proses penuaan yang signifikan. 

Sementara mereka yang suka berjalan cepat berdasarkan penelitian cenderung punya otak dan tubuh yang lebih muda. 

Memang masyarakat awam juga tahu bahwa mereka yang sudah berusia lanjut cenderung berjalan dengan lambat. Namun penelitian yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open ini, menyebut hal yang sama juga terjadi pada mereka yang bahkan baru berusia 45 tahun.

“Sangat menarik menemukan bahwa jalan kaki yang terlihat sederhana, bisa menunjukkan kondisi tubuh dan otak. Karena gerakan jalan membutuhkan fungsi dan kerja sama berbagai organ yang berbeda dalam sistem tubuh,” kata pemimpin penelitian Line Jee Hartmann Rasmussen dari Duke University seperti dikutip Today.

“Anda membutuhkan fungsi paru-paru, otak yang bekerja dengan baik, sistem saraf, otot-otot dan kapasitas aerobik. Inilah mengapa berjalan kaki adalah indikator yang tepat akan kesehatan yang prima.” 

Rasmussen dan sejumlah koleganya meneliti data dari Dunedin Multidisciplinary Health and Development Study, yang diikutu lebih dari 1.000 orang New Zealand yang lahir antara tahun 1972 dan 1973. Kesehetan mereka dipantau sejak usia 3 hingga 45 tahun, dan 904 orang diantaranya dipantau juga kecepatan jalannya.  

Lalu peneliti membandingkan proses penuaan mereka berdasarkan 19 tanda kesehatan — termasuk indeks massa tubuh, tekanan darah, level kebugaran, kadar kolesterol dan rata-rata penuaan di wajah. Peneliti juga memindai otak partisipan dan hasil tes IQ, memori dan kemampuan belajar. 

Hasil penelitian terhadap pejalan cepat dibandingkan dengan pejalan lambat yakni pejalan rata-rata 1,18 meter per detik dibandingkan dengan  1,73 meter per detik. 

Pejalan kaki yang lebih lambat menunjukkan “kemunduran lebih cepat pada sistem organ multipel” dan tanda-tanda “integritas otak struktural yang terganggu," termasuk volume otak total yang lebih kecil, daripada rekan-rekan mereka yang berjalan lebih cepat. Wajah mereka juga tampak menua lebih cepat.

“Tes kecepatan jalan kaki ini  mungkin sangat mudah karena ini adalah langkah yang sederhana. Tidak perlu biaya apa pun, tidak invasif - Anda tidak perlu melakukan tes darah atau apa pun. Hanya seberapa cepat Anda berjalan, "katanya.

“Kecepatan berjalan adalah indikator sederhana, murah untuk kesejahteraan di masa dewasa. Mari kita perhatikan dan gunakan, "tulis Dr. Stephanie Studenski, seorang ahli geriatrik di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh.

Berjalan adalah makanan super kebugaran, kata para ahli. "Jika Anda menjalani kehidupan yang lebih sehat dan memiliki fungsi organ dan tubuh yang lebih sehat, maka Anda mungkin termasuk dalam kelompok yang pejalan lebih cepat," kata Rasmussen.(TM)


Komentar Pembaca
Ustadz Taufik Hasnuri Hembuskan Nafas Terakhir

Ustadz Taufik Hasnuri Hembuskan Nafas Terakhir

BeritaKamis, 14 November 2019 | 09:44

Ustadz Taufik Hasnuri Dimakamkan di Kampung Halamannya

Ustadz Taufik Hasnuri Dimakamkan di Kampung Halamannya

Tentang SumselKamis, 14 November 2019 | 11:30

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Ustadz Taufik Hasnuri Wafat, Langit Palembang pun Mendung

Tentang SumselKamis, 14 November 2019 | 12:38

Warga Pacitan Ini Tolak Bantuan Rehab Rumah, Kenapa?

Warga Pacitan Ini Tolak Bantuan Rehab Rumah, Kenapa?

DaerahSelasa, 12 November 2019 | 09:30

Ironi Korban Penipuan First Travel, Uang Tak Kembali Aset Disita Negara
Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

Pejabat Dan Kepentingan Pribadi

KajianMinggu, 17 November 2019 | 20:55

Perilaku Ahok Wajib Diuji Sebelum Jadi Petinggi BUMN

Perilaku Ahok Wajib Diuji Sebelum Jadi Petinggi BUMN

NasionalMinggu, 17 November 2019 | 19:55

PBB Peringatkan Kekerasan di Bolivia Dapat Rusak Proses Demokrasi

PBB Peringatkan Kekerasan di Bolivia Dapat Rusak Proses Demokrasi

InternasionalMinggu, 17 November 2019 | 19:10

Bongkar Paksa Portal Sungai Turi, Oknum Masyarakat Langgar Keputusan Pengadilan
Fadjroel Klaim BPJS Kesehatan Tahun 2019 Disubsidi Hingga Rp 40 T