Terkait Cadar dan Celana Cingkrang, Menag Fachrul Dikritik di Forum DPR

Polhukam  KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 15:37 WIB | Sunarya Sultan

Terkait Cadar dan Celana Cingkrang, Menag Fachrul Dikritik di Forum DPR

Foto/net

Moeslimchoice | Terkait rencana kebijakan membatasi penggunaan cadar dan celana cingkrang, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengkritik Menteri Agama Fachrul Razi. Kritik dikemukakan dalam Rapat Kerja Menteri Agama RI dengan Komisi VIII di Kompleks DPR, Jakarta.

Menag Fachrul diminta Yandri untuk menjelaskan kebijakan tersebut di depan anggota parlemen. Sebab sudah kadung menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

"Beberapa pernyataan Pak Menteri yang saya kira penting untuk konfirmasi langsung di forum terhormat ini. Misalkan bagaimana Pak Menteri menyatakan bahwa cadar dan celana cingkrang perlu diatur sedemikian rupa terutama di ASN," tutur Yandri, Kamis (7/11/2019).

Dengan tegas anggota Fraksi PAN tersebut menyebut cara berpikir Fachrul, yang mengaitkan cara berpakaian dengan radikalisme tidak tepat, sehingga menimbulkan perdebatan di masyarakat.

Yandri mengatakan tak ada kaitan cara berpakaian dengan paham radikalisme. Ia mencontohkan beberapa pelaku terorisme yang sama sekali tak menggunakan cadar dan celana cingkrang.

"Kalau kita liat bom Thamrin itu pakai blue jeans, Pak. Di New Zealand yang menembaki masjid itu pakaian milenial. Kelompok kriminal bersenjata di Papua itu bukan celana cingkrang yang membunuh tentara dan sipil," sebutnya.

Yang dikhawatirkan Yandri, pernyataan Fachrul yang mengaitkam cadar dan celana cingkrang dengan radikalisme akan menimbulkan masalah baru di publik.

"Pak Menteri harus hati-hari karena menghakimi orang terlalu dini pun juga menjadi soal serius. Bagaimana orang baik-baik atau yang tidak masalah selama ini merasa tersinggung ketika Pak menteri sampaikan celana cingkrang bermasalah, cadar bemasalah," jelas Yandri.

"Kalau itu menimbulkan beberapa gesekan-gesekan ya mohon maaf. Rasa-rasanya enggak ada yang salah rasanya. Mungkin saya mengangkatnya agak terlalu cepat," ucap Fachrul dalam pertemuan dengan pimpinan Komisi VIII DPR RI dan Ketua Kelompok Fraksi di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).


Komentar Pembaca