Warga Pacitan Ini Olah Sampah Plastik Jadi Solar

Daerah  KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 09:40 WIB

Warga Pacitan Ini Olah Sampah Plastik Jadi Solar

Ngaini (50), awalnya dianggap gila, ternyata berhasil mengolah sampah plastik jadi BBM jenis solar [Foto: Suluh Apriyanto]

MoeslimChoice | Dalam skala tertentu, lelaki yang satu ini layak disebut sebagai pahlawan sejati bagi lingkungan hidup di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kepeduliannya terhadap sampah plastik yang sulit terurai membuat warga Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, ini berpikir untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Walau dia bukan seorang insinyur, apalagi pakar lingkungan, namun keteguhan hati dan langkahnya untuk berbuat sesuatu menjadikannya tak pernah menyerah mencoba dan berjuang, kendati sendirian.

Ya, begitulah Ngaini (50), yang terinspirasi mengolah tumpukan sampah plastik di lingkungannya menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Inspirasi itu timbul setelah ia menonton berita di salah satu stasiun televisi. Alhasil, ia berambisi besar mengumpulkan sampah plastik dan mencari alat-alat untuk mengolahnya.

Saat dijumpai Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, di rumahnya, Kamis (7/11/2019), Ngaini tengah asyik melakukan berbagai percobaan membuat minyak solar dari sampah plastik.

"Ini kan baru tahap uji coba. Awalnya cuma lihat berita di televisi. Kok saya jadi tertarik dan ingin mencobanya. Akhirnya, ya saya coba dengan kaleng bekas roti. Tapi tidak bisa maksimal. Terus, ada teman yang mau membuatkan alat dengan pipa besi. Dan itulah yang saya pakai sampai sekarang," katanya.

Usut punya usut, Ngaini sudah berhasil mengumpulkan minyak solar dari sampah plastik sebanyak 3 botol, melalui beberapa proses penyulingan.

"Ya, ini hasil uji coba beberapa hari lalu. Hasilnya seperti itu. Dan, kalau dibakar, malah melebihi solar daya bakarnya," ungkap Ngaini seraya memperlihatkan hasil percobaannya.

Laki-laki yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini mengisi hari-harinya dengan mencari sampah plastik di sekeliling lingkunganya, sambil merawat istrinya yang sakit.

Sepintas, aksi uji cobanya itu seperti kegiatan bermain seorang bocah. Bahkan, menurut Ngaini, tak sedikit orang yang mengoceh dan menganggapnya mulai gila.

Ocehan-ocehan miring itu jualah yang justru semakin memacu semangat Ngaini untuk mendapatkan hasil, sekaligus menjadi pembuktian.

"Ya, biar saja mereka bilang saya ini gila dan lain-lain. Yang penting, saya punya cita-cita yang saya anggap sangat bagus. Bagaimana tidak? Sampah plastik kan saya kumpulkan dan saya proses. Lingkungan jadi bersih, hasilnya sangat bermanfaat," jelasnya.

Sosok langka seperti Ngaini ini tentunya layak untuk ditiru. Tekad kuatnya untuk mengurangi sampah plastik, pantas diacungi jempol. [yhr]


Komentar Pembaca