Apresiasi Sekaligus Kritik Soal Gaji Menkes untuk BPJS Kesehatan

Nasional  RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 23:35 WIB | Sugiharta Yunanto

Apresiasi Sekaligus Kritik Soal Gaji Menkes untuk BPJS Kesehatan

Moeslimchoice | Menteri Kesehatan (Menkes) dalam kabinet Indonesia Maju, Terawan Agus Putranto mencuri perhatian publik di awal masa tugasnya.

 
Pasalnya dr. Terawan yang sebelumnya menjabat sebagai kepala RSPAD Gatot Soebroto ini akan menyerahkan gaji pertama berikut tunjangan kinerja kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal ini dilakukan karena sebagai salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mengatasi defisit program Jaminan Kesehatan Nasional.

Selain itu dalam sebuah kesempatan, Terawan juga mengajak para pegawai di Kementerian Kesehatan untuk mengikuti gerakan moral mengatasi defisit ini secara sukarela.

Terkait hal itu, anggota DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi sekaligus memberikan kritik. Menurutnya, langkah yang dilakukan Terawan cukup positif untuk mengambil rasa simpati masyarakat.

Namun menurutnya, masyarakat tak perlu lagi mengapresiasi dan memberi simpati pada BPJS Kesehatan. Sebab, defisit BPJS Kesehatan angkanya sudah cukup fantastis.

Oleh karena itu, Saleh beranggapan kalaupun seluruh gaji anggota DPR, bupati kabupaten/kota se Indonesia, serta seluruh gaji gubernur, disumbangkan untuk BPJS tetap tidak akan menyelesaikan persoalan defisit yang saat ini terjadi.

"Kita mengapresiasi, mengambil simpati masyarakat. Ini BPJS ini gak perlu lagi simpati. BPJS ini sudah Rp 32 triliun defisitnya. Pak Menteri mau kasih gaji ditambah dengan seluruh gaji menteri yang ada di Republik ini, seluruh gaji anggota DPR, seluruh gaji bupati kabupaten/kota se Indonesia, seluruh gaji gubernur, ga akan cukup," tandasnya, Rabu (6/11/2019).


Komentar Pembaca