Geliatkan Perfilman, Saudi Undang Sutradara Terkenal Mesir

Internasional  SELASA, 05 NOVEMBER 2019 | 17:15 WIB

Geliatkan Perfilman, Saudi Undang Sutradara Terkenal Mesir

foto/net

Lebih dari 150 penggemar film berkumpul di Dewan Kesenian Arab Saudi pada Minggu (3/11) lalu untuk bertatap muka dan mendengar langsung pengalaman sutradara terkenal Mesir, Marwan Hamed selama dua dekade dirinya berkecimpung di industri film.  

Acara yang diberi nama 'Masterclass' ini merupakan bagian dari serangkaian seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh Festival Film Internasional Red Sea sebagai persiapan untuk peluncuran resminya pada 12 Maret 2020 tahun depan.

Marwan Hamed, yang film sekuelnya 'Blue Elephant', meraih box-office dengan mengeruk keuntungan sebesar 6,2 juta dolar AS dalam waktu sembilan bulan itu mengatakan kepada audiensnya, bahwa "bercerita kreatif adalah seni" sebelum menguraikan mekanisme pendanaan dan teknik produksi film-film Arab yang sukses secara komersial.

Industri film di dunia Arab saat ini tengah berkembang, lanjut Hamed kepada Arab News.

"Ini dapat membuka jalan bagi produksi film-film Arab bersama. Kami memiliki sesuatu yang sangat penting. Kami memiliki jutaan anak muda yang ingin menonton film. Jutaan lainnya ingin bergabung dengan industri ini sebagai aktor, produser, penulis skenario, atau sutradara," katanya.

Sutradara Mesir itu meramalkan bahwa Festival Film Internasional Red Sea akan sukses besar. 

"Festival ini akan mengambil posisi terdepan di antara acara-acara perfilman Arab dalam beberapa tahun berikutnya," katanya.

Festifal film tersebut sekaligus akan menjadi ajang pertemuan antara Para penggemar film, pembuat film, aktor, dan profesional media, serta para pengusaha lokal.

Festival Film International Red Shea ini akan mengumumkan 12 pemenang pada edisi pertama dari Red Sea Film Development Laboratory September lalu, yang dipilih oleh komite internasional dari 120 film dari 16 negara. 

Karya-karya yang dipilih termasuk enam film Saudi, selain enam film Arab dari Yordania, Mesir, Palestina, Irak dan Lebanon.

Peserta dalam program ini akan bersaing untuk mendapatkan dua dana hibah untuk menghasilkan dua karya film yang masing-masing bernilai 500 ribu dolar AS, dengan kesempatan untuk mempresentasikan film-film yang menang di edisi perdana ini di edisi kedua Festival Film Internasional Red Sea pada tahun 2021.

Festival ini tak lain bertujuan untuk membangun fondasi yang kuat bagi industri perfilman di Arab Saudi, sekaligus ikut berkontribusi dalam menambah pendapatan negara. 

Edisi pertama festival akan diadakan di kota tua Jeddah dari tanggal 12-21 Maret 2020. Festival ini akan diselenggarakan dan dioperasikan oleh Yayasan Festival Film Red Sea, sebuah organisasi budaya nirlaba yang terdaftar di Kerajaan Arab Saudi. 

Yayasan ini dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Farhan, dengan direktur dan produser Saudi, Mahmoud Sabbagh sebagai presiden.

Sepertiga dari pendanaan proyek tersebut berasal dari sutradara wanita Arab dan lebih dari seperempatnya merupakan partisipasi dari para produser wanita. [mel/ArabNews]


Komentar Pembaca