JK: Konflik Besar Itu Bersumber dari Ketidakadilan

Nasional  RABU, 30 OKTOBER 2019 | 10:17 WIB

JK: Konflik Besar Itu Bersumber dari Ketidakadilan

Jusuf Kalla

MoeslimChoice | Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), menyarankan agar generasi muda tidak berpikiran simbolis semata dalam membangun persatuan dan toleransi bangsa.

"Generasi muda pikirannya jangan simbolis, tapi apa yang nyata dapat dilakukan. Kalau semacam pawai obor dan lainnya, itu simbolis semua," kata Jusuf Kalla saat diskusi dengan tema Memupuk Rasa Persatuan dan Toleransi terhadap Perbedaan, di Jakarta, Selasa (30/10/2019).

Rakyat, menurut dia, membutuhkan hal yang nyata mengenai persatuan dan toleransi, atau bukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya simbolis saja.

Sebenarnya, menurut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia itu, persatuan bisa dibangun dengan mendorong keadilan dan kemakmuran ke arah yang lebih baik atau menjauhkan masyarakat dari ketimpangan.

Kalla mencatat, ada 15 konflik besar yang mengganggu persatuan sepanjang sejarah bangsa ini. Penyebabnya bersumber dari ketidakadilan.

"Itu konflik, hampir semua itu, disebabkan ada perasaan tidak adil, 10 dari 15 karena merasakan ketidakadilan, karena itulah Bapak Bangsa menyampaikan tentang adil dan makmur," ucap dia.

Sementara itu, keadilan dan kemakmuran hanya bisa didorong oleh keahlian, inovasi, dan etos kerja. Semua itu merupakan hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda.

Soal pendidikan yang berkiblat pada inovasi generasi muda, kata dia, bisa mencontoh Amerika, sedangkan soal keahlian sumber daya manusia bisa melihat negara-negara seperti China, Jepang, Eropa. [yhr]


Komentar Pembaca