Gupit Watu Mejo, Wisata Sungai di Jantung Kota Pacitan

Wisata  RABU, 30 OKTOBER 2019 | 09:42 WIB

Gupit Watu Mejo, Wisata Sungai di Jantung Kota Pacitan

Wisata perahu Gupit Watu Mejo

MoeslimChoice | Sungai Grindulu, yang membelah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, merangsang lahirnya berbagai wahana wisata.

Di salah satu titiknya, tepatnya di Dusun Kiteran, Desa Kembang, Pacitan, ada wisata sungai bernama Gupit Watu Mejo.

Menyusuri Sungai Grindulu sejauh 6 kilometer pulang-pergi dari Desa Kembang, dengan menaiki perahu kecil berkapasitas 10 orang, menjadi wahana dari wisata Gupit Watu Mejo tersebut.

Harga tiket untuk perjalanan pulang-pergi yang memakan waktu sekitar 45 menit itu relatif terjangkau.

Agus (40), salah seorang penikmat wisata dari Kota Reog, Ponorogo, Jawa Timur, mengatakan, ada yang berbeda pada wisata dengan naik perahu di sini.

"Ini kali kedua saya berwisata ke sini. Dulu, pada awal dibukanya wisata ini, saya juga ke sini bersama teman-teman. Lokasinya mudah dijangkau. Tarifnya murah. Pelayanan dan masyarakatnya juga ramah. Pokoknya, wisata perahu Gupit Watu Mejo is the best,” ucapnya kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Senin (28/10/2019).

Selidik punya selidik, ternyata pria lulusan salah satu universitas di Ponorogo ini pun mengaku ikut aktif mempromosikan wisata Pacitan —kota berjuluk 1001 Goa.

"Alasannya, saya sangat suka dengan dunia wisata. Jadi, ya… haruslah ikut mempromosikan. Walaupun ini bukan kota saya, tapi saya menilai wisata di Pacitan ini asyik dan bikin ketagihan," ungkapnya.

Sementara Yanto, salah seorang pengemudi perahu wisata Gupit Watu Mejo, menjelaskan, kembali hidupnya wahana wisata ini telah sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk menambah investasi.

"Yang jelas, sebagai nelayan, kita jadi punya pekerjaan sampingan, yaitu mengantar para wisatawan untuk naik perahu ke Gupit Watu Mejo. Efek lainnya, karena pekerjaan masyarakat di sekitaran sini mayoritas adalah nelayan, maka hasil lautnya pun jadi bisa dibeli oleh wisatawan untuk buah tangan," jelasnya.

Ya, dengan tarif yang relatif murah, hanya Rp 15 ribu per orang, para wisatawan mendapat suguhan pesona indah Sungai Grindulu. [yhr]


Komentar Pembaca