Pionir Model Internasional Berhijab, ”Jangan Ubah Pribadimu, Ubah Permainan Mereka”

Islamtainment  KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 23:25 WIB

Pionir Model Internasional Berhijab, ”Jangan Ubah Pribadimu, Ubah Permainan Mereka”

Moeslimchoice | Perubahan besar sering kali dimulai dari perubahan kecil dan keinginan kuat untuk konsisten mengejarnya. Itu yang terjadi pada Halima Aden. Wanita yang dikenal sebagai pelopor model berhijab berskala internasional. 

Padahal sebenarnya Halima tak pernah benar-benar menduga akan menjadi ikon glamor yang jadi pembicaraan di kalangan masyarakat global. 

Halima (22 tahun) adalah keturunan pengungsi Somalia Amerika Muslim. Dia telah berhijab jauh sebelum dikenal masyarakat luas. Karena hijabnya dia tak pernah berpikir bakal menjadi model. Hingga suatu hari para editor Vogue menemukannya, demikian Halima berkisah saat menjadi peserta di konferensi One Young World. 

Halima di masa kecil sempat tinggal di kamp pengungsian Kenya milik UNHCR hingga berusia enam tahun, hingga akhirnya dia pindah ke Amerika Serikat bersama ibunya. 

“Jika saya merenung tentang ras dan agama saya, sangat mudah menyalahkan mereka yang berbeda dari saya. Tapi melihat ke belakang, ternyata banyak hal menakjubkan yang terjadi pada saya saat bersama orang-orang yang terlihat berbeda dengan saya,” kata Halima seperti dikutip Irish Exeminer, Kamis (24/10) 

Halima mengenang saat tinggal di kamp pengungsian dia tak punya cukup pakaian untuk dikenakan. Dia baru tertarik pada dunia fashion saat menjadi peserta kontes Miss Minnesota pada 2016. 

Sebagai model Halima sempat membuat gebrakan saat menjadi wanita pertama dalam kontes tersebut yang mengunakan burkini dan hijab. Mantan editor Vogue Perancis, Carine Roitfield, terpesona olehnya. Hingga akhirnya Halima dikontrak oleh agen modeling internasional, IMG Models.

“Saya tak pernah berpikir sebelumnya bakal menjadi model berhijab, karena itulah saya dulu tak pernah berharap berkarir di dunia fashion.”

“Awalnya itu seperti langkah yang salah — yah, bukan kesalahan sebenarnya. Awalnya saya seperti mewakili Miss Minnesota USA saat diwawancara. Lalu Roitfields membaca artikel itu, dan meminta saya untuk datang dan melakukan pemotretan.” 

Semua kejutan itu tak lama-lama membuat Halima terpana, dia bergerak cepat. “Anda harus menempatkan diri Anda dalam kondisi di mana keberkahan itu bisa terjadi. Jika saya tak mengikuti kontes, bagaimana mungkin saya bisa masuk dunia modeling?” 

“Jika saya bukan anggota senat mahasiswa pertama yang menggunakan hijab di kampus saja, apakah saya akan punya ambisi yang sama katakanlah dalam level komunitas lokal saya, lalu bergerak ke sesuatu yang sifatnya lebih global?”

Menurut Halima semua hal baik berasal dari usaha menempatkan diri dalam lingkungan yang tepat, dan mengikuti kekuatan dinamika kelompok di sekeliling Anda.

Jika orang melihat dunia fashion dengan pandangan negatif, Halima tak melakukannya. “Industri fashion adalah komunitas di mana orang bisa melihat sebuah nilai dengan cara yang sangat beragam.” 

Kini setelah selama dua tahun Halima berada di industri fashion dia jadi sangat menghargai para desainer, brand karena menurutnya merekalah yang mau mengubah gerak jarum jahit menjadi cikal bakal perubahan dunia. “Tapi kita bisa melakukan lebih banyak lagi,” kata Halima.  

Halima merasa bersyukur karena selalu berada di komunitas yang saling mendukung. Tak peduli apakah itu kamp pengungsinya di masa kecil atau tempat tinggalnya sekarang di Minnesota. 

“Kamp pengungsi memainkan peranan besar dalam hidup saya. Demikian juga kehidupan di Amerika. Saya merasa sangat beruntung dilingkari oleh banyak wanita perkasa yang mengajarkan kepercayaan diri.” 

Tentu saja dia juga pernah mengalami sikap rasisme. “Bagaimanapun selalu ada dua persen orang yang melakukan diskriminasi, tapi saya selalu mengingat para guru saya, dan banyak kebaikan tak peduli dari manapun mereka berasal.”  

“Sejak meninggalkan kamp pengungsi dan pindah ke Amerika urusan rasisme ini tak pernah hilang, bahkan rasa sakitnya baru dimulai.” Tapi seperti orang-orang yang memandangnya rendah dan berbeda, banyak juga kejadian baik dan orang-orang dalam komunitasnya yang tetap memberikan harapan.

“Intinya jika Anda ingin orang lain mendengar suara Anda, lakukan hal yang berbeda, tinggalkan jejak. Jangan patah semangat. Pokoknya jangan ubah kepribadian Anda, tapi ubah aturan main dalam masyarakat,” kata Halima. 

Selain menjadi pembicara di One Young World, Halima dijadwalkan juga akan tampil di pembukaan Heya Arabian Fashion Exhibition, dan dia mengatakan saat bergairah untuk melakukannya. 

One Young World, adalah forum global yang mempertemukan para pemimpin muda dunia dalam hal bisnis dan politik. Beberapa pembicara lain adalah Sir John Major, Ellie Goulding dan Bob Geldof. (TM)


Komentar Pembaca