Fatima Asmaa Paciotti, Kenalkan Indahnya Islam Lewat Desain Hijab di Italia

Islamtainment  KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 03:30 WIB

Fatima Asmaa Paciotti, Kenalkan Indahnya Islam Lewat Desain Hijab di Italia

MoeslimChoice | Saat Fatima Asmaa Paciotti pertama kai menjual busana muslimah di kota Cantu, banyak anggota kelompok sayap kanan setempat yang memandang skeptis. 

MC Award 2

Bayangkan saja, di jalanan yang penuh warna di kota yang berada utara Italia itu berdiri sebuah toko mungil yang memainkan musik Arab. Ada hembusan aroma melati yang menemani ratusan pakaian warna warni beserta aksesoris yang menggoda di balik etalasenya. 

Fatima Asmaa juga mendesain butiknya dengan gaya shabby chic, lengkap dengan furnitur dan cermin berbingkai unik dari seluruh dunia. Inilah Fatima Shop yang didirikan Fatima Asmaa untuk menjual busana-busana Muslimnya. 

Fatima Asmaa (55 tahun) adalah warga asli Italia dan juga pengusaha yang menjadi mualaf pada tahun 2005. Pada awalnya dia hanya menjual busana Muslim lewat Facebook. Dia sempat mengumpulkan 33 ribu follower hingga akhirnya memutuskan untuk membuka butiknya. 

Namun selain kisah memindakahkan toko dari Facebook, ada yang lebih menarik dari kisah Fatima Asmaa. Karena dia mendirikan butiknyadi Cantu, di utara provinsi Como yang dipimpin oleh politisi dari partai sayap kanan.  
 
Pada saat yang sama salah satu anggota partai sayap kanan setempat, Nicola Molteni meluncurkan kampanye anti penggunaan hijab bagi Muslim di tempat umum. Mereka juga melakukan gerakan penolakan pembukaan masjid dan tempat ibadah saat Ramadhan. 
  
Uniknya kemudian butik Fatima Asmaa tak hanya menarik umat Islam setempat. “Padahal saya mendirikan tempat ini sebagai butik, bukan bazar,” kata Fatima Asmaa yang tampak sibuk dibelakang meja konternya sembari tersenyum ramah. 
 
“Mengunjungi butik saya adalah pengalaman indra. Saya bukan hanya menawarkna pakaian. Tapi juga parfum non-alkohol dari Jeddah mulai dari yang beraroma vanila pink hingga black musk, yang dulu digunakan oleh Rasulullah Muhammad SAW,” kata Fatima Asmaa seperti dikutip Huffington Post beberapa waktu lalu. 

Di sudut butik Fatima Asmaa memajang dua versi Al Quran bersebelahan dengan sejumlah koleksi busana Muslimah yang dilengkapi dengan niqob yang menutup wajah kecuali mata. 

“Jika seorang Muslimah memutuskan menggunakan niqob, maka semestinya dia punya kebebasan untuk melakukannya. Saya hanya ingin orang bisa menemukan apa yang jadi kebutuhannya di butik saya,” kata Fatima Asmaa yang tiga tahun terakhir menggunakan hijab. 

Dia sempat mengalami pelecehan juga saat berjalan di tempat umum dan diteriaki seseorang yang menyuruhnya kembali ke negaranya. Fatima Asmaa disangka sebagai wanita Timur Tengah. 

Ya, penggunaan hijab memang masih sering dimasalahkan di Italia sebagaimana halnya di banyak bagian negara Eropa. Namun Fatima Asmaa yang telah tinggal di Cantu menyebut dia banyak mendapat dukungan dari tetangga-tetangga dekatnya. 

“Awalnya mereka khawatir saya akan menimbulkan keributan dan mengivasi daerah itu dengan orang-orang Timur Tengah,” katanya. Namun masyarakat lokal akhirnya berubah pikiran dan menyambut kehadiran Fatima Asmaa.  

Malah kemudian banyak pelanggan yang mengunjungi butik Fatima Asmaa. “Mereka menyatakan jatuh cinta pada warna dan desainnya yang berbeda dari yang biasa mereka kenakan,” kata Fatima Asmaa. 

Misalnya celana panjang lebar dan menggembung yang disebut mirip seperti kisah Aladdin atau berbagai dress panjang untuk outer dari bahan lace. 

Beberapa pelanggan lebih memilih warna hitam, meski pelanggan yang berusia muda lebih memilih warna yang cerah untuk khimar dan sebagainya. Misalnya tunik panjang yang dibuat oleh pengungsi dari Syria yang dipajang di etalase dan sangat menarik perhatian. 

Fatima Asmaa mengatakan perjalanan religiusnya menjadi inspirasinya membuka butik tersebut. Menurutnya sangat penting untuk menemukan titik temu dari kecantikan dan iman. 

“Beberapa tahun lalu saat saya mulai memutuskan menggunakan hijab saya merasa pilihan yang ada kualitasnya saat buruk tapi sangat mahal. Tidak awet dipakai dan sering tidak nyaman juga,” kata Fatima Asmaa. Karenanya misinya kemudian adalah menciptakan produk yang tak hanya cantik tapi berkualitas tinggi serta menunjukkan selera dan gaya pribadi penggunanya. 

“Lagi pula, bukankan Rasulullah Muhammad mengatakan, Allah itu indah dan sangat suka keindahan.” (TM)


Komentar Pembaca