Andai ‘Joker’ Belajar Tentang Kisah Para Nabi

Kajian  RABU, 23 OKTOBER 2019 | 01:30 WIB

Andai ‘Joker’ Belajar Tentang Kisah Para Nabi

SEJAK mulai diputar di sejumlah bioskop, hingga saat ini film Joker yang dibintangi Joaquin Phoenix masih menyisakan kehebohan di sebagian kalangan masyarakat. 

MC Award 2

Mulai dari masalah banyaknya anak-anak kecil yang ikut menonton film until 17 tahun ke atas itu, hingga ketakutan akan dampak psikologis dari adegan-adegan ‘sakit jiwa’ si sosok utamanya. 

Namun satu hal yang unik adalah beredarnya meme dari tagline film itu. Bahwa, “Orang jahat adalah adalah orang baik yang tersakiti.” Benarkah premis itu?

Jika sekadar melihat dari film itu, tentu saja masyarakat akan mengatakan, “Iya juga sih”, “Bener juga ya”, dan sebagainya. Namun sebagai umat Islam yang semestinya melihat berbagai kondisi dengan membandingkan dengan sejarah para Nabi dan Rasul tentu ini bisa didebat.

Karena banyak kisah para Nabi dan Rasul yang sepanjang hidupnya tersakiti, tapi toh mereka bisa tetap menjadi orang baik dan bahkan suri tauladan bagi umat manusia. 

Mulai dari Nabi Ibrahim AS yang dibakar hidup-hidup, Nabi Yusuf AS yang jadi korban kedengkian saudara-saudaranya sendiri, Nabi Nuh AS dan Nabi Luth AS yang dibuli dan dijahati masyarakatnya. Hingga Nabi Muhammad SAW, yang dijahati sepanjang masa dakwahnya. 

Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa kejahatan tak selamanya mengubah orang baik jadi jahat. 

“Pertama yang pasti Nabi yang kita tahu perjuangan hidupnya itu adalah orang-orang spesial yang memang dijaga Allah dari akhlak tercela. Mereka terjaga dari fitnah,” kata Yeni Cerahmawarti, SPd, konsultan keluarga dan parenting dari Rumah Keluarga Indonesia  (RKI) Kota Bekasi. Yeni yang sering menjadi narasumber tentang pendidikan dan parenting dalam berbagai kesempatan.

Jika menengok kisah para Nabi, pasti kita juga akan menemukan bagaimana mereka memiliki beberapa orang dewasa sangat menyayangi mereka yang mengajarkan tentang akhlak mulia sejak kanak-kanak. 

“Bonding yang kuat dengan sosok yang mengajarkan kebajikan ini akan tertanam lama di bawah alam bawah sadar. Maka ketika para Nabi ini mendapat cobaan, misalnya Nabi Yusuf AS saat digoda Zulaikha yang teringat adalah pesan ayahandanya,” kata Yeni.

Sementara dalam kisah Joker, dia tak memiliki sosok sebagai panutan dalam masa perkembangannya. Lebih jauh dia tak punya ‘bonding’ yang kuat dengan seseorang yang tulus mencintainya. 

“Sepemahaman saya kisah Joker ini adalah kisah anak dengan kepribadian yang pecah. Ini bisa terjadi pada anak korban bullying berat yang tak tertangani. Sehingga dia tak tahu mana yang nyata dan mana yang halusinasi,” kata Yeni. “Kesedihannya terlalu dalam di luar ambang batas kemanusiaan. Dari segi pengasuhan memang bisa jadinya seperti itu.” 

Namun Yeni menggarisbawahi fakta lapangan yang menyatakan korban bullying tak mesti berakhir seperti Joker yang jadi pelaku kejahatan. 

Dengan bimbingan yang tepat, semua tergantung pada korban bullying sendiri dalam memaknai apa yang terjadi dalam hidupnya. “Ya, bisa berpotensi memunculkan dendam, tapi juga bisa diarahkan untuk potensi mendewasakan si korban. Dalam arti jika dia bisa memaafkan pelaku dan move on menjalani hidup.” 

Yeni mencatat, selain para Nabi yang memang sudah dijamin penjagaan akhlaknya, banyak korban bullying yang bisa ‘survive’ dan malah menjadi relawan untuk menolong korban-korban lain. “Biasanya korban seperti ini sudah mencapai tingkat kesadarannya bahwa perilaku bullying yang pernah dialami itu bukan kesalahannya sendiri, tapi takdir yang memang terjadi dan mau tak mau harus diterima.” 

Yeni mengutip ucapan Ustadz Bendri Jaisyurahman yang mengatakan seorang anak termasuk korban bullying yang bisa disebut Mandiri. Yakni jika anak tersebut bisa mengatasi tiga hal berdasarkan kisah Nabi Yusuf AS. “Anak bisa mengatasi syahwatnya, bisa mengatasi ujian hidup dan terakhir bisa memaafkan orang-orang yang berbuat dzalim padanya,” kata Yeni. [min]


Komentar Pembaca
Gangga Risma

Gangga Risma

12 Des, 2019 | 06:04

Mata Pertama

Mata Pertama

11 Des, 2019 | 06:30

Ali Tazkiapreneur

Ali Tazkiapreneur

10 Des, 2019 | 04:27

Koridor Silam

Koridor Silam

09 Des, 2019 | 07:55

Hilangkan Penyakit Hati

Hilangkan Penyakit Hati

08 Des, 2019 | 18:20

Belajar Sabar Jauhi Maksiat

Belajar Sabar Jauhi Maksiat

08 Des, 2019 | 14:10