Peradaban yang Luluh Lantak Akibat Kesombongan

Kajian  SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 06:15 WIB

Peradaban yang Luluh Lantak Akibat Kesombongan

ilustrasi

PERGILAH kepada Fir'aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas”. Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku”. (Q.S. Thaha/20: 24-28).

Nabi Musa a.s. menemui Fir’aun. Ia menyampaikan bahwa dirinya utusan Raja langit dan bumi. Dan ia meminta Fir’aun agar melepaskan Bani Israil  menjalani hidup sesuai keyakinannya.

Fir'aun kaget dengan permintaan itu. Ia heran mengapa Nabi Musa berani berbuat demikian. Ia yang sudah diasuh dan dibesarkan disana, semestinya mendukung seluruh kebijakan istana sebagai bentuk balas budi. Air susu dibalas dengan air tuba. Fir’aun marah dan menetapkan Nabi Musa sebagai orang durhaka.

Fir’aun berniat melemahkan Nabi Musa. Ia mencoba menyerang melalui logika. Dengan lantang Fir’aun menyampaikan bahwa Mesir beserta seluruh sumber dayanya adalah miliknya. Begitupun dengan kemakmuran, kesejahteraan dan peradaban Mesir tercipta karena jasa-jasanya. Dengan demikian, tentulah elok bila masyarakat Mesir menjadikan Fir’aun sebagai sembahannya.

Mendengar pernyataan itu, Nabi Musa ber-istighfar. Betapa Fir’aun jauh dari nilai-nilai keimanan. Dengan lantang ia tegaskan bahwa kemakmuran, kesejahteraan dan peradaban yang terjadi di Mesir terjadi atas kuasa dan kehendak Allah sebagai Pencipta langit dan bumi serta Penguasa timur dan barat.

Fir’aun marah. Ia memaki Nabi Musa dan mengatakannya ”gila”. Ia mengutuk keras tindakan dan ucapan Nabi Musa serta mengancamnya dengan hukuman penjara. Namun keimanan Nabi Musa tidak bergeming. Dengan tenangnya ia meminta Fir’aun agar mau berpikir objektif supaya bisa merasakan nilai sebuah kebenaran. Nabi Musa pun menawarkan diri untuk memperlihatkan beberapa bukti kebenaran dan Kemahakuasaan Allah.

Fir’aun penasaran. Bukti apakah yang hendak diperlihatkan Nabi Musa. Ia pun mempersilahkannya. Nabi Musa menggunakan momen ini sebagai media dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan). Lalu ia melemparkan tongkatnya. Tongkat yang dilemparkan tersebut berubah menjadi ular sungguhan. Selanjutnya ia memasukkan dan menarik tangan dari dalam bajunya sehingga mengeluarkan cahaya.

Para pembesar tidak tinggal diam. Mereka berontak dan berusaha mengambil alih keadaan. Melalui pengaruhnya mereka pandu alam bawah sadar masyarakat agar menyimpulkan bahwa Nabi Musa telah menipu dan melakukan praktik sihir. Lalu mereka mengusulkan agar tindakan dan ancaman kepada Nabi Musa dan Bani Israil semakin ditingkatkan.

Nabi Musa segera menenangkan. Ia menjelaskan bahwa kedua hal tadi bukan sihir melainkan mukjizat dari Allah SWT. Bahkan ia pun menawarkan jaminan kemakmuran, kesejahteraan dan peradaban yang tiada tara  bila seandainya Fir’aun dan para pembesar mau menjadikan Allah sebagai sembahan mereka.

Sayang sekali. Fir’aun dan para pembesar sudah terlampau (bukan lagi gelap melainkan) mati hati. Seruan kebenaran yang ada di depan mata, mereka tanggapi dengan persepsi negatif serta perasaan dengki. Kedua akhlak buruk ini menciptakan dinding tebal dan jurang curam antara mereka dengan kebenaran sehingga janji dan jaminan Allah mereka maknai sebagai kebohongan dan penipuan.

Allah lalu menimpakan kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan sehingga kemakmuran, kesejahteraan dan peradaban yang mereka sombongkan lenyap seketika. Kerajaan Mesir mengalami darurat pangan yang teramat parah. Namun sayang. Bukannya mengambil sikap untuk mulai mengimani Allah melainkan mempersiapkan militernya dengan tujuan membunuh Nabi Musa dan Bani Israil.

Militer Mesir memang besar. Namun kebesaran mereka takluk menghadapi Kebesaran Allah yang mengazab mereka di laut merah. Maka, Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam disana. Wallahu a’lam.


Komentar Pembaca
Bazaar Danza

Bazaar Danza

15 Nov, 2019 | 05:42

Merutinkan Taubat Demi Karunia Tak Terhingga
Berbakti pada Ibu, Mendatangkan Kasih Sayang Allah
Djaduk Butet

Djaduk Butet

14 Nov, 2019 | 05:51

Pengusaha Terseret

Pengusaha Terseret

13 Nov, 2019 | 04:58

Bangga Claudia

Bangga Claudia

12 Nov, 2019 | 05:07