Wagub Jateng: Santri Dituntut Kreatif dan Inovatif

Pendidikan  SENIN, 21 OKTOBER 2019 | 08:09 WIB | Sunarya Sultan

Wagub Jateng: Santri Dituntut Kreatif dan Inovatif

Foto santri/net

Moeslimchoice | Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menggelar lomba dan pameran produk pondok pesantren. Acara bertajuk Lomba dan Pameran Produk Unggulan Pondok Pesantren itu digelar di Alun-Alun Rembang, Minggu (20/10/2019).

Berbagai produk kerajinan buatan santri dari 35 kabupaten/kota di Jateng dipamerkan. Produk-produk itu antara lain kain tenun, sarung batik, hingga seni kaligrafi buatan santri Ponpes Miftahul Huda Grobogan, yang mampu menembus pasar luar negeri.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dalam sambutannya menyampaikan, pada era revolusi industri seperti saat ini santri dituntut untuk inovatif dan kreatif.

“Pemprov melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus melakukan pendampingan di ponpes-ponpes, termasuk lewat berbagai pelatihan keterampilan berwirausaha, pengemasan, dan pemasaran. Sehingga santri mendapatkan skill untuk berwirausaha,” tutur wakil gubernur yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Lebih lanjut mantan anggota DPRD Jawa Tengah ini mengatakan, potensi produk unggulan ponpes di Jateng sangat tinggi. Apalagi di Jateng ada lebih dari 4.000 ponpes. Apabila ada 50 persen ponpes memiliki produk unggulan, maka sekitar 200 produk bisa meningkatkan ekonomi para santri dan ponpes.

“Saya berharap, para kiai dapat mengedukasi para santrinya. Tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga keterampilan lainnya, termasuk ekonomi. Jika ada permasalahan maka Islam bisa menjadi penyelesaiannya,” pungkas Gus Yasin.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz berharap peringatan ke-5 Hari Santri Nasional mampu membangkitkan santri-santri milenial di penjuru nusantara. Santri saat ini tidak hanya dituntut menguasai kitab kuning dan agama, tapi juga ilmu ekonomi.

“Terima kasih bapak gubernur dan wakil gubernur yang telah merumuskan langkah-langkah untuk kemajuan pesantren di era milenial dan globalisasi, sehingga pesantren tidak kalah dengan yang lain,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional tingkat Jateng yang ditempatkan di Rembang, diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah yang lebih konkret agar pesantren dapat bangkit di berbagai bidang dan memiliki daya ungkit untuk pembangunan Indonesia.


Komentar Pembaca