Gebyar Hari Santri di Lebak Ditargetkan 20 Ribu Pengunjung

Daerah  MINGGU, 20 OKTOBER 2019 | 10:24 WIB | Sunarya Sultan

Gebyar Hari Santri di Lebak Ditargetkan 20 Ribu Pengunjung

Foto santri/net

Moeslimchoice | Target Pemkab Lebak, Gebyar Hari Santri dikunjungi tidak kurang dari 20 ribu orang dari berbagai daerah di Provinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Disebutkan Kepala Seksi Pengembangan Usaha Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Farid Surawan, hari santri yang jatuh 22 Oktober dapat dijadikan destinasi wisata religi dengan menggelar berbagai kegiatan yang menarik dan dikunjungi wisatawan domestik.

Destinasi wisata religi itu antara lain penampilan lomba baca "kitab gundul" dengan peserta para santri dari pondok pesantren salafi. Bazaar kampung santri, marhaba bareng, festival shalawat, maghrib mengaji, pentas seni santri.

Selain itu juga mengaji on the street, santunan 1001, istigosah akbar, murak liwet, Lebak bertilawah.

"Kami yakin kegiatan Gebyar Hari Santri dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat," ungkapnya di Lebak, Sabtu (19/10/2019), seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan kali pertama ini dilaksanakan guna mendatangkan kunjungan wisatawan domestik. Kegiatan itu merupakan bagian kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak yang fokus membangun sektor pariwisata.

Karenanya, peringatan hari santri momentum untuk mengangkat budaya kearifan lokal yang memiliki daya tarik sendiri dan bisa mendatangkan wisatawan. Apalagi, Kabupaten Lebak sebagai daerah santri yang jumlah populasi terbanyak di Provinsi Banten hingga 1.750 ponpes.

Kearifan lokal para santri itu, di antaranya murak nasi liwet, festival seni shalawat dan marhaba.

"Kami memastikan kegiatan Gebyar Hari Santri itu dibanjiri wisatawan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak Ade Bujhaeremi mengatakan pada perlombaan membaca "kitab gundul" itu diperkirakan dikunjungi sekitar 1.500 wisatawan. Mereka peserta perlombaan membaca "kitab gundul" Tafsir Munir karangan Syech Nawawi Al Bantani sebanyak 126 santri dari 28 kecamatan.

Pengunjung diperkirakan akan datang juga dari Bogor dan Jakarta.

"Kami berharap perlombaan 'kitab gundul' itu menjadikan agenda tahunan yang digelar pada hari santri," ujarnya.


Komentar Pembaca