Pembobol Bank BNI Cabang Ambon Ditangkap | Bagian dari Sindikat

Hukum  MINGGU, 20 OKTOBER 2019 | 07:13 WIB | Warni Arwindi

Pembobol Bank BNI Cabang Ambon Ditangkap | Bagian dari Sindikat

FY, terduga pembobol Bank BNI Cabang Ambon.

MoeslimChoice | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyatakan bahwa dana nasabah tetap aman menyusul terjadinya kasus pembobolan di Ambon, Maluku. Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan menyatakan, kasus di Ambon memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI.

Putratama bilang, kasus yang terjadi di Ambon merupakan perbuatan oknum sebuah sindikat. Pembobolan dilakukan oleh tersangka FY, dan pelaku telah ditangkap.

Dia juga menegaskan, kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian. "Jadi, diharapkan penanganan polisi dapat mempercepat proses pengungkapannya," ungkap Putrama dalam keterangan resmi, Sabtu, 19/10/19.

Hasil investigasi mengungkap terdapat dugaan adanya sindikat yang menawarkan investasi yang tidak wajar. Dalam hal ini, FY merupakan bagian dari sindikat, mengumpulkan dana dari para investor dengan dijanjikan imbal hasil yang cukup besar untuk berbisnis.

Para penerima aliran dana disinyalir adalah para pemilik modal yang seolah-olah menerima pengembalian dana dan imbal hasil dari oknum. Padahal dananya berasal dari hasil penggelapan dana bank.

Nilai dana yang digelapkan FY berdasarkan temuan hasil pemeriksaan internal mencapai sekitar Rp 58,95 miliar. Dari temuan internal tersebut BNI menemukan adanya kejanggalan transaksi.

Atas temuan ini, perseroan mengambil tindakan segera dengan melaporkan kejadian ini kepada pihak Polda Maluku. Tujuanya untuk mengungkap dan menuntaskan kasusnya, serta mengupayakan recovery dana BNI yang digelapkan oleh sindikat.

Sebelumnya diberitakan pembobolan Bank BNI Cabang Ambon mencapai Rp124 miliar. Sedangkan pelakunya, FY, dikenal memiliki harta kekayaan yang melimpah. Selain beberapa mobil mewah, FY diduga juga memiliki lebih dari 10 rumah yang tersebar di berbagai kawasan di Ambon seperti di BTN Manusela, Kebun Cengkeh, hingga di kawasan elite Citraland di Lateri Ambon.

Di sisi lain, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa membebastugaskan Direktur Reskrimum Polda Maluku Kombes Pol AW dari jabatannya mulai Jumat, 18/10/19. Kabid Humas Polda Maluku mengatakan Kombes AW hanya diberhentikan sementara dari jabatannya dan bukan dicopot.

“Tidak ada pencopotan jabatan, karena poncopotan itu berarti tidak mungkin akan dikembalikan kepada jabatan semula,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat  dalam keterangan resminya, Sabtu, 19/10/19.

Dia menjelaskan, pemberhentian sementara Kombes AW itu dilakukan agar yang bersangkutan lebih fokus menghadapi pemeriksaan internal. Menurut Roem, jika dalam pemeriksaan nanti, Kombes AW terbukti bersalah melanggar maka yang bersangkutan akan mendapat sanksi langsung dari atasan.

“Dalam pemeriksaan internal tersebut apabila terbukti terdapat pelanggaran maka akan mendapat sanksi dari atasan langsung (Ankum). Dan apabila tidak terbukti, maka kepada mereka akan kembali melaksanakan tugasnya seperti semula,” jelasnya.

Skandal perbankan biasanya ditangani oleh bidang kriminal khusus. Kita tunggu hasil penyelidikan Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku.


Komentar Pembaca
Indonesia Akan Terapkan Hotel Syariah

Indonesia Akan Terapkan Hotel Syariah

Kamis, 21 November 2019 | 20:37

Selamat Jalan Pak Bahtiar Effendy

Selamat Jalan Pak Bahtiar Effendy

Kamis, 21 November 2019 | 15:35

Bunga untuk Veronica Tan

Bunga untuk Veronica Tan

Kamis, 21 November 2019 | 17:00