AQL Peduli Siapkan 120 Ton Beras untuk Korban Gempa Maluku Utara

Daerah  MINGGU, 20 OKTOBER 2019 | 06:25 WIB | Ilham Akbar

AQL Peduli Siapkan 120 Ton Beras untuk Korban Gempa Maluku Utara

MoeslimChoice | Arrahman Quranic Learning (AQL) Peduli memberangkatkan kapal bantuan kemanusiaan dari Pelabuhan Pasar Baru Babang, Labuha, Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sabtu, 19/10/19. Kapal itu mengangkut 20 dari 120 ton beras alokasi bantuan AQL untuk pengungsi korban gempa di desa Gane Luar, Kecamatan Gane Tenggara, Halmahera Selatan.

Pendiri AQL, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengemukakan, program bantuan pangan AQL Peduli dari lembaganya untuk Desa Gane Luar kali ini adalah program tahap keempat. Program pertama sudah dimulai pada Juli 2019 lalu.

"Program keempat fokus menangani penyaluran pangan, mengingat kondisi geografis yang belum memungkinkan bantuan dengan bentuk lainnya," ungkap UBN di dermaga pelabuhan menjelang pelayaran kapal yang mengangkut bantuan pangan tersebut.

UBN bilang, di tahap lima nanti AQL Peduli akan mulai menggulirkan program pembuatan rumah. Rumah hunian dengan material dari kayu agar tahan gempa. “Insyaallah program pemerintah akan masuk, tapi belajar dari Lombok dan Palu, kita merasa agak lambat. Jadi kita dahului bantuan pembangunan rumah,” jelasnya.

Tampak hadir di acara itu antara lain Asisten I mewakili Bupati Labuha Amir Dokula Lama, Komandan Distrik Militer (Dandim) Halmahera Selatan dan Kepala Kepolisian Babang, Bacan Timur.

Dalam sambutannya, Asisten I mewakili Bupati Labuha Amir Dokula Lama, mengatakan bahwa Desa Gane Luar merupakan wilayah terdampak gempa paling parah. Kondisinya terisolir dan keadaan geografis cukup berat untuk menuju ke sana.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif penyaluran bantuan oleh AQL Peduli untuk desa Gane Luar, dan kami ucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas bantuan ini. Semoga menjadi suatu amal shaleh,” kata Amir saat memberikan sambutannya.

Sedangkan UBN,  bulan Juli lalu, AQL sudah menyalurkan bantuan dalam bentuk pakaian layak, selimut dan sembilan bahan pokok (sembako). Tahap kedua AQL Peduli menyalurkan bantuan sembilan ekor hewan kurban ekor sapi dan kambing ke sejumlah titik pengungsian.

Sebelum pulang ke Jakarta, UBN sempat menyebar tim untuk memeriksa keadaan pengungsi. Ternyata didapatkan setiap tenda sudah mulai kehabisan bahan makanan.

“Ketika kita periksa ternyata hanya tinggal 10 kilo beras, karena akses membeli beras cukup sulit, termasuk biaya angkut dengan kapal lebih mahal daripada harga beras,” ujarnya.

Sehingga, kata UBN, di tahap ketiga tim AQL Peduli mengirim sagu lempeng sebanyak 10 ribu ikat untuk menutupi kebutuhan Sembako para pengungsi. “Kita kirim 10 ribu ikat sagu, untuk cadangan makanan sementara, sembil menunggu beras datang,” ujarnya.

Lantas kini berlanjut ke tahap keempat dan rencana tahap kelima. UBN bilang, AQL Peduli merupakan lembaga yang terdepan dalam membantu desa Gane Luar, dan hingga kini masih berada di lokasi. “Saya sendiri pun, pada Agustus lalu datang ke lokasi dengan menggunakan kapal laut. Namun kondisi cuaca ombak yang sangat besar akhirnya tertunda, sehingga menggunakan perahu motor untuk ke lokasi gempa tersebut,” ujarnya.

Program bantuan Beras untuk Desa Gane Luar, menurut UBN, totalnya sebanyak 120 ton dengan proyeksi selama enam bulan. Namun, pengiriman dilakukan secara bertahap. “Dikirim secara bertahap, setiap bulan dikirim 20 ton, karena kapasitas gudang kita di sana juga tidak memadai,” katanya.

Terakhir, UBN mengutip surah Al A'raf ayat 96, bahwa kesejahteraan suatu negeri bergantung pada iman dan ketaqwaan penduduknya. Bila manusia mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan turunkan rahmatNya.


Komentar Pembaca