Harta Menteri Wanita | Rini Terkaya, Utang Sri Mulyani Terbanyak

Ekonomi  SABTU, 19 OKTOBER 2019 | 22:05 WIB

<b>Harta Menteri Wanita</b> | Rini Terkaya, Utang Sri Mulyani Terbanyak

Sri Mulyani, Nila Moeloek, dan Retno Marsudi, tiga dari tujuh menteri perempuan di Kabinet Kerja Jilid I yang bertahan hingga akhir

MoeslimChoice | Kabinet Kerja periode pertama akan segera berakhir dalam hitungan hari. Selama lima tahun ini, kinerja para pembantu Jokowi terus menjadi sorotan.

Banyak yang dipuji, tak sedikit pula yang dikritisi. Tak terkecuali pada menteri-menteri perempuan di Kabinet Kerja I.

Tercatat, ada delapan perempuan yang menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Jokowi-JK.

Mereka adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise.

Dua terakhir adalah Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti.

Jumlah menteri perempuan di Kabinet Kerja I ternyata lebih banyak dibandingkan pada kabinet-kabinet sebelumnya.

Sayangnya, ada dua menteri perempuan yang mundur sebelum tugas mereka di Kabinet Kerja I usai.

Pertama, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang mundur karena mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

Nama kedua adalah Menko PMK Puan Maharani yang mundur per 30 September 2019 lantaran kembali lolos ke Senayan dan jadi Ketua DPR.

Namun, di tengah masa jabatan Kabinet Kerja I, ada satu tambahan menteri perempuan lagi. Adalah Sri Mulyani yang menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro.

Kini, tersisa tujuh menteri perempuan di Kabinet Kerja I hingga berakhirnya masa tugas mereka. Nah, dari ketujuh menteri ini, kira-kira siapakah yang paling kaya atau memiliki banyak utang?

Berikut daftar harta kekayaan tujuh menteri perempuan di Kabinet Kerja I, sebagaimana dikutip redaksi dari situs elkpn.kpk.go.id:

 

Menteri BUMN Rini Soemarno

Dari keenam menteri perempuan yang tersisa di Kabinet Kerja I, Rini Soemarno memiliki harta kekayaan paling banyak. Perempuan berusia 61 tahun itu memiliki harta kekayaan senilai Rp 130.424.196.097.

Rini Soemarno —yang diharapkan ekonom senior Faisal Basri tak lagi jadi menteri ini— tercatat memiliki aset yang cukup banyak.

Ia punya 31 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Bogor dan Jakarta Timur senilai Rp 39.077.947.000.

Wanita kelahiran Maryland, AS, itu masih memiliki tiga unit mobil senilai Rp 1.952.455.000. Harta bergerak lain yang dipunyai Rini Soemarno juga bernilai cukup besar, yaitu Rp 14.087.450.000.

Rini Soemarno masih memiliki aset berupa surat berharga senilai Rp 6.825.000.000 serta kas dan setara kas Rp 73.641.676.750.

Meski demikian, Rini masih memiliki utang senilai Rp 5.160.332.653 dalam LHKPN yang diserahkannya pada 1 April 2019.

 

Menteri LHK Siti Nurbaya

Siti Nurbaya merupakan menteri yang memiliki harta kekayaan paling sedikit di antara kolega menteri perempuan lainnya.

Harta kekayaan politikus Partai NasDem itu “hanya” Rp 4.111.737.455. Aset yang dipunyai Siti Nurbaya pun terbilang sedikit bila dibanding sejumlah pejabat negara lainnya.

Ia memiliki dua bidang tanah dan bangunan di Kota Bandar Lampung serta Bogor senilai Rp 2.979.040.000.

Mobil yang dimiliki Siti Nurbaya pun hanya satu, yaitu Mitsubishi Outlander senilai Rp 175.000.000.

Harta bergerak lain yang dipunyai Siti Nurbaya senilai Rp 275.300.000 serta kas dan setara kas Rp 747.417.455.

Dalam LHPKN per 31 Maret 2019, perempuan berusia 63 tahun itu punya utang senilai Rp 65.020.000.

 

Menkes Nila F Moeloek

Aset yang dimiliki Nila F Moeloek memang tidak terlalu banyak, tapi nilainya mencapai miliaran rupiah.

Dalam LHKPN per 18 Februari 2019, wanita berusia 70 tahun itu memiliki harta senilai Rp 38.614.106.025.

Ia memiliki tiga bidang tanah dan bangunan di Depok, Jakarta Selatan, dan Padang Panjang senilai Rp 31.887.766.000. Guru besar FKUI itu masih memiliki dua unit mobil senilai Rp 325 juta.

Aset lain miliki Nila adalah harta bergerak lainnya Rp 980 juta; surat berharga Rp 11.570.000; serta kas dan setara kas Rp 5.409.770.025.

Nila termasuk satu dari tiga menteri perempuan di Kabinet Kerja I yang tidak punya utang sepeser pun.

 

Menteri PPPA Yohana Yembise

Yohana Yembise dikenal sebagai menteri dan guru besar perempuan pertama dari Papua. Harta kekayaan Yohana mencapai Rp 13.439.881.701.

Ia juga termasuk menteri perempuan yang punya sedikit aset. Profesor di Universitas Cenderawasih itu memiliki dua bidang tanah di Paniai, Papua senilai Rp 13.201.000.000.

Yohana juga punya satu mobil dan satu motor dengan nilai kurang dari Rp 100 juta, tepatnya Rp 92 juta.

Harta bergerak lainnya milik Yohana bernilai Rp 72.257.000 serta kas dan setara kas Rp 186.270.480.

Dalam LHKPN yang dilaporkan pada 16 November 2018, Yohana memiliki utang sebesar Rp 111.645.779.

 

Menlu Retno LP Marsudi

Retno merupakan satu menteri yang dipandang banyak kalangan sebagai menteri yang patut dipertahankan pada Kabinet Kerja.

Dalam LHKPN per 3 April 2018, Retno memiliki harta kekayaan senilai Rp 15.431.338.483. Bersama dengan Nila F Moeloek, menteri yang gemar naik gunung ini tercatat tidak memiliki utang sepeser pun.

Retno tercatat memiliki aset yang cukup banyak, sebut saja 8 bidang tanah dan bangunan di Bogor, Depok, dan Bekasi senilai Rp 2.548.454.500.

Retno juga masih punya aset berupa empat unit mobil dan satu motor senilai Rp 733 juta.

Aset lain yang dipunyai Retno adalah harta bergerak lainnya Rp 120 juta serta kas dan setara kas Rp 12.029.883.983.

 

Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Siapa menteri perempuan yang punya tanah paling banyak? Jawabannya adalah Susi Pudjiastuti.

Menteri asal Pangandaran itu tercatat punya 79 bidang tanah dan bangunan yang ada di Ciamis, Cianjur, dan Jakarta Selatan. Bila dijumlah, aset tanah dan bangunan milik Susi senilai Rp 68.183.232.050.

Selain itu, Susi juga punya 14 unit kendaraan senilai Rp 535.800.000, terbanyak di antara tujuh menteri perempuan ini.

Aset menteri “kesayangan” warganet ini juga tersebar dalam bentuk harta bergerak lainnya Rp 932.000.000; surat berharga Rp 1.760.000.000; serta kas dan setara kas Rp 4.476.381.447.

Dalam LKHPN yang disampaikan 28 Maret 2019, Susi juga tidak memiliki catatan utang! Sehingga, total harta kekayaan Susi Pudjiastuti mencapai Rp 75.887.413.497.

 

Menkeu Sri Mulyani

Harta kekayaan Sri Mulyani mencapai senilai Rp 46.608.517.726 sesuai LHKPN per 25 Maret 2019.

Aset eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu terdiri dari 11 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 37.933.880.000.

Tanah milik Sri Mulyani ada di Tangerang Selatan, Tangerang, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Bogor, hingga Maryland AS. Uniknya, Sri Mulyani tidak memiliki kendaraan satu unit pun!

Sri Mulyani juga menyimpan harta kekayaannya dalam sejumlah aset yaitu harta bergerak lainnya Rp 415.000.000; surat berharga Rp 12.683.747.800; serta kas dan setara kas Rp 5.573.093.926.

Meski demikian, wanita berusia 57 tahun itu punya utang paling banyak di antara menteri perempuan lainnya. Utang Sri Mulyani mencapai Rp 9.997.204.000. [yhr]


Komentar Pembaca